Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-03-2016
  • 5272 Kali

Konsonan Tajam Diikuti Vokal Halus Dalam Bahasa Asli Madura

News Room, Kamis ( 10/03 ) Dalam Paramasastra Madura, kata-kata yang permulaan katanya merupakan salah satu konsonan tajam, selalu diikuti oleh vokal /i/ atau /u/. Kata-kata yang dimaksud bukanlah kata dari bahasa Madura asli, melainkan kata pinjaman atau adopsi dari bahasa asing, seperti misalnya kata pipa, listrik, piknik, sipil, silet, eppil, sakoci, kasti, kipas, panci, musik, puisi, kartu, kuwitansi, suntik, kuliyah, kuwaci, musiyum, dan lain sebagainya.

Namun, menurut salah satu pemerhati Bahasa Madura di Sumenep, R. Abdul Karim, sebenarnya yang memang asli Madura (konsonan tajam diikuti vokal halus) itu kenyataannya ada. Namun, tidaklah banyak dan hal itu sudah agak sulit untuk menentukan, apakah kata-kata tersebut memang asli Madura atau kata adopsi dari bahasa asing atau bahasa daerah lainnya.

"Seperti yang disebut dalam Medan Bahasa Basa Madura Nomor 2 Tahun 1950 kaca 20 menerangkan, bahwa ada kata-kata selain kata adopsi yang merupakan konsonan tajam, namun diikuti vokal halus. Ya, misalnya kata cilut, sirut, kinik, dan merci,"kata Karim pada Media Center.

Kata cilut, seperti dijelaskan Karim, digunakan sebagai tanda dalam permainan teg-keteggan atau petak umpet yang biasa dimainkan anak-anak. Kata cilut tersebut sebenarnya tidaklah mengandung arti yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa lain, namun sebatas bahasa isyarat dalam permainan tersebut yang memiliki maksud atau pemberitahuan bahwa yang bersembunyi sudah siap untuk dicari. "Sedangkan kata sirut merupakan tiruan bagi orang yang tengah menyeduh kuah dengan mulutnya,"tambahnya.

Sementara kata kinik menyatakan bentuk sesuatu benda yang lebih kecil dari kenik (bahasa Madura dari kata kecil). Jadi, maknanya lebih kecil dari sesuatu yang sudah atau memang berbentuk kecil, namun bukan berarti yang paling kecil. Dan kata merci, merupakan nama atau sebutan bagi makanan kecil atau sejenis kue basah yang rasanya manis, yang biasanya disebut juga dengan kue lumpur. Tidak mustahil nama ini memang ada yang memakainya di daerah lain.

"Secara kebetulan, mungkin ada orang Madura yang pernah bertamu di daerah lain dan disuguhi kue tersebut lantas mengadopsi kata merci untuk kue lumpur manis tersebut,"tutup Karim. ( Farhan, Esha )