News Room, Senin ( 21/03 ) Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog setempat, pada Senin (21/03).
Dalam sidak itu, para politisi perwakilan partai politik langsung meninjau beras untuk rakyat miskin (raskin). Mereka mempertanyakan belum didistribusikannya raskin tahun 2015 ke 123 desa, padahal ratusan kepala desa sudah setor uang yang jumlahnya mencapai Rp. 3,8 milyar.
"Kita kesini (Gudang Bulog, Red), mau mempertanyakan kenapa raskin tidak didistribusikan. Sedangkan 123 kades sudah setor uang yang jumlahnya Rp. 3,8 milyar,"kata Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, Senin (21/03).
Ia menilai sangat tidak etis ketika uang sudah disetor, namun barangnya belum ada hingga berbulan-bulan. "Ini manajemen apa, kalau uang milyaran dibiarkan ngendon di Bank, otomatis berbunga. Nah, perlu diperjelas siapa yang bermain dibalik semuanya,"tegasnya.
Darul mengaku akan menelusuri kemana uang Rp. 3,8 milyar itu disetor. "Kita akan kroscek ke Kementerian Sosial. Ini masalah krusial dan tidak bisa dibiarkan,"pungkasnya.
Sementara, Kepala Gudang Bulog Sumenep, Ainol Fatah mengungkapkan, bahwa uang dari Kepala Desa itu secara langsung disetor ke Sub Divre Dolog di Pamekasan, berupa titipan.
"Jadi, kami yang di Sumenep tidak tahu soal uang tersebut. Kami hanya tinggal menunggu perintah, kemana saja raskin akan dikirim,"tukasnya. ( Nita, Esha )