News Room, Jum’at ( 21/11 Menyikapi makin langkanya pupuk pada musim tanam jagung tahun ini, Komisi B DPRD Sumenep langsung memanggil dinas pertanian dan tanaman pangan (Disperta) bersama para distributor pupuk, untuk duduk bareng mencari solusi dari persoalan tersebut. Ketua Komisi B DPRD Sumenep, KH. Unais Ali Hisyam, ketika ditemuai usai menggelar rapat mengatakan, bahwa meski pihaknya sudah berupaya mencari solusi dari persoalan ini, tapi kenyataannya SK Menteri Pertanian mengenai penentuan alokasi pupuk untuk wilayah Jawa Timur pada 2009 nanti sudah keluar pada 23 September lalu. Padahal, RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) masih disusun oleh masing-masing daerah. “Penyusunan RDKK ini katanya akan dijadikan acuan untuk penetapan alokasi pupuk, tapi kenapa SK Mentan sudah keluar. Berarti penyusunan ini dianggap tidak valid,â€Âkata Unais, kepada wartawan dikantornya, Jalan trunojoyo, Sumenep, Jum’at (21/11). Diduga, SK Mentan itu keluar karena terpaksa, mengingat rancangan APBN sudah selesai dilakukan. Sehingga, mau tidak mau Mentan harus mengalokasikan kebutuhan pupuk 2009 untuk Jatim, sebelum Desember. Sedangkan, persoalan yang terjadi di Kabupaten Sumenep ini, pada Nopember ini alokasi pupuk sudah tidak ada, sehingga terpaksa mengambil alokasi untuk bulan Desember. “Dipastikan, pada Desember mendatang alokasi pupuk untuk Kabupaten Sumenep benar-benar tidak ada. Karena, kami bersama gapoktan sudah sepakat untuk mengambil kekurangan pupuk dari jatah alokasi bulan Desember,â€Âterangnya. Karena itu, jika pada Desember nanti kebutuhan pupuk tetap tinggi, maka pihaknya meminta kepada Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, supaya menginstruksikan kepada Disperta dan jajaran ke bawahnya, untuk memberikan pengertian kepada para petani, supaya menggunakan pupuk kandang. “Ini alternatif terakhir mengatasi kekurangan alokasi pupuk. Tapi, kami tetap berharap, Desember nanti ada penambahan alokasi pupuk,â€Âkatanya. Pihaknya memprediksi, tingginya kebutuhan pupuk, maka untuk 2009 nanti, kasusnya tidak akan berbeda jauh dengan 2008 ini. Sebab, alokasi pupuk pada 2009 nanti untuk wilayah Jatim sebanyak 1.070.000 ton. Sementara, untuk di Sumenep perlu ada pertimbangan-pertimbangan yang cukup realistis dari kebutuhan pupuk 2009, karena 2008 ini sumenep hanya dapat jatah 24.504 ton. â€ÂMestinya Sumenep dapat alokasi pupuk 45.153 ton, dikarenakan luas areal tanaman mencapai 180.611 hektar,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )