News Room, Senin ( 12/01 ) Untuk memberikan kemudahan pelayanan pengisian bahan bakar jenis elpiji bagi masyarakat Kabupaten Sumenep, maka Bupati, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, melayangkan rekomendasi kepada PT. Wira Usaha Sumekar (WUS), supaya mengelola SPPBE (Stasiun Pengangkutan Pengisian Bulk Elpiji). Direktur PT. WUS, Drs. H. Mohammad Toha, mengaku sudah mengantongi surat rekomendasi itu. “Saya memang sudah menerima rekomendasi dari Bupati. Sekarang tinggal mencari lokasi untuk dibangun SPPBE itu, serta melakukan kerjasama dengan pihak kedua,†terangnya. Ia menjelaskan, rencananya jika SPPBE itu sudah beroperasi, pengelolaan elpiji per-hari akan mampu melakukan pengisian sebanyak 50 ton. Lokasi pendirian SPPBE itu direncanakan ada dua, yakni di AMP (Aspal Maxing Plain) Marengan dan Kecamatan Saronggi. “Kalau SPPBE ini sudah ada, maka pengisian elpiji akan semakin mudah. Dikarenakan, Sumenep termasuk wilayah kedua di Madura yang memiliki SPPBE setelah Camplong, Kabupaten Sampang,†tambahnya Sementara, Ketua Komisi B DPRD Sumenep, KH. Unais Ali Hisyam, menyatakan setuju dan mendukung terkait rencana Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mendirikan SPPBE, sebagai suplai elpiji. “Rencana ini memang sangat positif, seiring rencana pemerintah terhadap konversi minyak tanah ke gas. Jadi, sepatutnya kami mendukung langkah tersebut,†katanya. Ia berharap, rencana pendirian SPPBE itu diiringi dengan Safety (keamanan) tabung gas elpiji yang betul-betul terjamin. Sebab, saat ini masih sering terjadi tabung gas meledak. “Kami tidak ingin pelaksanaan SPPBE putus ditengah jalan, gara-gara safety tabung gas tidak terkontrol dengan baik,†tegasnya. Kemudian, untuk persoalan penanaman modal, KH. Unais kembali menyetujui rencana Pemkab selain pengucuran dana melalui APBD, juga mencari alternatif menggandeng pihak ketiga. “Untuk masalah dana, kami tetap menyetujui jika memang dibutuhkan kerjasama dengan pihak ketiga. Dikarenakan, modal yang dibutuhkan sangat besar yang mencapai Rp. 4 hingga 5 milyar,†terangnya. ( Nita, Esha )