News Room, Selasa ( 22/02 ) Untuk semakin menggairahkan pegiat kebersihan di Kabupaten Sumenep, sejumlah gerobak sampah yang sebelumnya hanya di cat kuning, saat ini berubah menjadi 3 warna, yakni merah, kuning dan biru. Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sumenep, Drs. Febriyanto, ST, MM menjelaskan, perubahan warna gerobak sampah itu tidak hanya warnanya saja, namun juga satu gerobak dibagi 3 bak sampah. Dijelaskan, dalam 3 bak tersebut dibagi untuk warna merah khusus tempat sampah berbahaya, warna kuning untuk sampah kering, dan warna biru untuk sampah basah. “Jadi, untuk pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak sebanyak dan menumpuk seperti sekarang ini,”ujarnya. Jadi, untuk sampah kering sudah tempatkan khusus dan bisa dimanfaatkan oleh pemulung dan sebagainya. Sedangkan untuk sampah basah memang khusus ke TPA dan sampah yang berbahaya, khususnya untuk Rumash Sakit dan Puskesmas pembuangannya juga perlu khusus. Upaya tersebut dilakukan, karena disamping kedepan persoalan sampah akan menjadi persoalan yang sangat rumit, apabila tidak diantisipasi sejak awal. Apalagi Kabupaten Sumenep sudah beberapa kali mendapat Anugrah Adipura, paling tidak tegas Febriyanto, itu tetap bisa dipertahankan. Kabupaten yang memiliki lambang Sumekar ini betul-betul sesuai dengan sebutannya. Disamping itu tegas Fabriyanto, sebanyak 260 petugas kebersiahan (Pasukan Kuning) akan selalu mendapat breeving melaksanakan tugas sebaik-baiknya. “Namun, kami juga sangat berharap kepada masyarakat, agar ikut peduli terhadap kebersihan. Syukur masing-masing rumah nantinya juga memiliki 3 bak sampah, sehingga lebih memudahkan petugas kami,”pungkasnya. ( Ren, Esha )