News Room, Jumat ( 12/02 ) Iman kepada Allah SWT merupakan taruhan terakhir manusia, sehingga harus dipertahankan selama hayat masih di kandung badan. Karena hanya manusia yang mati dengan membawa iman saja yang mendapat janji keselamatan dari Allah di akhirat kelak.
"Maka dari itu, iman itu harus dijaga agar tidak sampai jatuh,"kata KR. Taufiqurrahman Syakur, dalam khutbah Jumat di Masjid Nawawi Karangduak, Jumat (12/02).
Kiai Taufiq, panggilan akrabnya, mengutip Imam al-Ghazali, bahwa keadaan iman setiap orang itu bersifat fluktuatif. Yakni kadang naik, dan kadang turun, seperti halnya kondisi air laut yang kadang pasang dan kadang surut.
"Jadi, memang tidak tetap posisinya. Iman itu dinamis. Namun paling tidak dari pesan Imam al-Ghazali, posisi iman harus dijaga setidaknya agar tetap di posisi datar. Tidak miring ke bawah alias jatuh,"tambah Kiai Taufiq.
Banyak penyebab jatuhnya iman seperti yang disebut Kiai Taufiq, di antaranya sebab banyak orang yang menyandarkan nasib pada sesamanya, bukan kepada Tuhannya. Seperti hal pengemis materi, jabatan dan lain sebagainya.
"Mintalah segalanya pada Allah. Karena semua di alam semesta ini adalah milik Allah. Kalau minta pada sesama manusia ya tidak akan langgeng,"imbuh putra salah satu kiai kharismatik Sumenep, K.R Abd. Syakur ini.
Oleh karena itu, menurut Kiai Taufiq, iman harus terus diperbarui dengan cara lebih mendekatkan diri pada Allah. Seperti banyak berdzikir, ingat mati, memperbanyak amal shalih dan lain sebagainya, seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
"Untuk itu, sekali lagi iman harus dijaga. Karena iman-lah yang menentukan bagaimana akhir dari seseorang, apakah khusnul khatimah, atau sebaliknya,"tutup Kiai Taufiq. ( Farhan, Esha )