Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-12-2006
  • 1201 Kali

KH. HASYIM MUZADI PEROLEH GELAR DOKTOR

Sumenep-Kominfo News Room : Wakil Presiden (Wapres) RI, Yusuf Kalla menegaskan bahwa meraih suatu gelar pendidikan merupakan amanah dari masyarakat yang harus diemban dan dilaksanakan dengan baik. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pengukuhan gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa (HC) bidang Pendidikan Islam kepada Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi, Sabtu lalu (02/12) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Menurut Wakil Presiden, Agama Islam merupakan suatu rahmat yang diberikan kepada bangsa Indonesia, tentunya sudah dapat diketahui bahwa di Indonesia sendiri telah ada beberapa rahmat yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Seperti, adanya pemberian rahmat perekonomian, rahmat sosial, dan rahmat pembangunan. “Kita semua harus menjaga rahmat itu. Karena dapat membangun negara Indonesia menjadi lebih maju,” ujarnya. Dia menambahkan, mengalami sehari-hari rahmat dari Allah SWT merupakan hal yang patut disyukuri seperti halnya adanya pengukuhan gelar doktor yang diberikan oleh IAIN Sunan Ampel Surabaya kepada KH. Hasyim Muzadi. Lebih lanjut Wapres menuturkan, lembaga pendidikan seperti IAIN Sunan Ampel Surabaya ini harus mempelopori rahmat-Nya dengan betul, dimulai dari tingkat mahasiswa hingga seluruh akademiknya harus mengatahui arti dari rahmat ini. Artinya, kalau ada demo mahasiswa yang bukan berasal dari IAIN boleh sedikit saja marah-marah. Akan tetapi kalau yang demo dari mahasiswa IAIN jangan melakukan tendang-tendangan atau merusak sekolahnya. “Jika melakukan itu, berarti tidak bisa menggambarkan arti rahmat dari Allah. Kita sendiri tidak melakukan hal itu di tempat yang diajarkan rahmat. Sebaliknya tempat yang diajarkan rahmat justru yang sering terjadi. Bahkan itu sering terjadi di IAIN seluruh Indonesia,” katanya. ] Menurut Wapres, menyadari kenapa rahmat tidak terjadi banyak keadilan perlu dipertanyakan. Seperti halnya, negara AS sering mendapat kritikan ataupun kecaman dari Islam. Akan tetapi, juga terjadi ketidak adilan di negara Islam sendiri. Seperti halnya, adanya kenaikan harga minyak. Artinya negara Islam yang miskin mengirimkan kekayaannya kepada negara Islam yang kaya. “Jadi keadilan ini tidak hanya terjadi di beberapa kalangan saja,” paparnya. Seperti yang diutarakan KH. Hasyim Muzadi, apabila sedang berperang janganlah atau tidak diperbolehkan membunuh anak-anak dan ibu-ibu serta pohon sekalipun dilarang ditebang, justru semuanya itu haruslah dilindungi. ( JNR,Ong )