Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-07-2006
  • 545 Kali

KETULUSAN DAN KEIKHLASAN, LESTARIKAN NILAI-NILAI IBADAH

Bluto-Kominfo News Room : Keberadaan Pondok Pesantren harus mampu menjaga, memelihara dan melestarikan nilai-nilai ibadah yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan untuk mengamalkan ilmunya dengan hanya mengharapkan keridlaan Allah SWT. Demikian ditegaskan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM pada acara Wisuda Purna Siswa XII di halaman Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka (Nuriska) Kecamatan Bluto, Sabtu malam (07/07) yang dihadiri Muspika, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, para wali murid dan undangan lainnya. KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM yang juga selaku Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam ini mengharapkan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kepesantrenan yang dilandasi kesopanan dan akhlaqul karimah dalam mengabdikan dirinya ditengah masyarakat, maka keberadaan Pondok Pesantren itu hendaknya mengedepankan komitmen untuk mencetak kader-kader bangsa yang dapat mendorong mentalitas masyarakat melalui pendekatan agama. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka yang telah memberikan sumbangsihnya dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Menyinggung tentang berdirinya Perguruan Tinggi Pondok Pesantren Nurul Islam, Bupati berjanji akan memfasilitasinya dan melakukan kerjasama dengan Universitas Wiraraja Sumenep. Bahkan, Bupati juga akan memperlakukan asas pemerataan dan keadilan antara sekolah negeri dan swasta terhadap pemberian bantuan dana pendidikan yang dikucurkan pemerintah. Sementara itu Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam, KH. Ilyasi Siraj, SH, M.Ag mengatakan, prosesi yang dilaksanakan semacam ini merupakan bentuk rasa syukur saja, namun dalam kesuksesan menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tertentu, para pengasuh, asatidz dan asatidzah beserta para wali murid di lingkungan Ponpes Nurista dalam ikut serta mengikis kebodohan dan keterbelakangan serta ikut mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia ini. Diharapkan kepada para orang tua siswa, agar tidak selalu puas dengan ilmu yang diperoleh, sehingga perlu memelihara dan membimbing putera-puterinya untuk melanjutkan proses pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain mewisuda sebanyak 306 orang siswa dan siswi dari berbagai tingkatan pendidikan yang meliputi, TK sebanyak 42 anak, MI sebanyak 22 anak, MTs sebanyak 83 anak, MA sebanyak 125, dan Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) sebanyak 34 anak itu juga dilaksanakan ceramah agama yang disampaikan KH. Juzuli Noer Pengasuh Ponpes Nurul Amanah, Burneh Kabupaten Bangkalan. ( JuP-33, Esha )