News Room, Rabu ( 09/09 ) Keterpurukan sektor pendidikan di Kabupaten Sumenep terus bermunculan. Malah banyak yang menilai sejak lima tahun terakhir belum ada perubahan yang signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Sumenep. Terbukti masih banyak warga setempat yang buta aksara. Hal tersebut disampaikan Pembantu Ketua I STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Zaitur Rohim kepada News Room di ruang kerjanya, Rabu (09/09).
Ia mengatakan, banyak faktor yang dianggap sebagai pemicu persoalan tersebut. Selainkarena kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan, juga SDM pendidikannya yang dinilai masih kurang jumlahnya, sehingga permasalahan pendidikan semakin kompleks.
Selanjutnya dari aspek formalitas dan kuantitas mengalami peningkatan. Terlihat dari jumlah lembaga pendidikan yang lebih mementingkan jumlah siswa demi bantuan yang banyak masih menjadi pemandangan sehari-hari. Sementara kualitas anak didik dengan keteladanan yang baik belum tercermin dalam kehidupan riil.
Selain itu sorotan dari aktivis dan pengamat pendidikan, Moh. Toha menuturkan, pendidikan di Sumenep secara kuantitas alhamdulillah mengalami peningkatan baik dar jumlah siswa maupun lembaga pendidikan semakin menjamur. Namun mengenai kualitas masih belum optimal. ( JuP-01, Fer )