Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-08-2008
  • 621 Kali

Kemerdekaan Penuh Kekerasan, Aktivis PMII Sumenep Demo

News Room, Sabtu ( 16/08 ) Untuk merefleksikan HUT ke 63 Kemerdekaan RI, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Ke-Islaman An-Nuqayah (STIKA) dan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Sabtu siang (16/08) menggelar aksi damai, di depan Taman Adipura Kota Sumenep. Aksi damai ini merupakan bentuk penolakan terhadap segala jenis kekerasan yang masih terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam aksinya para aktivis PMII ini selain menggelar orasi, juga membentangkan poster yang bertuliskan tolak segala macam kekerasan dan kepentingan kelompok. Koordinator Lapapangan (Korlap) aksi, Sauki, dalam orasinya mengatakan, kekerasan yang menimpa rakyat kecil masih sering terjadi, karena itu dalam mengisi kemerdekaan 17 Agustus 2008 ini, para pemimpin hendaknya melakukan perubahan besar-besaran. “Sampai detik ini, makna kemerdekaan sama sekali belum menyentuh rakyat kecil. Mereka masih selalu diselemuti kekerasan dan ketakutan. Jadi, jangan salahkan masyarakat bawah tidak mengerti tentang makna kemerdekaan itu,” terangnya. Suasana kemerdekaan, seharusnya dirayakan demi menghormati hasil perjuangan para pahlawan, tapi kenyataannya hari kemerdekaan, hanya dijadikan agenda tahunan yang sama sekali tidak memberikan nuansa perbaikan bagi kehidupan rakyat kecil. “Lihat saja, kebijakan aparat penegak hukum, masih saja mengebiri rakyat jelata dan sejumlah kebijakan ditingkat Desa yang tidak memperhatikan aspirasi rakyat,”tukasnya. Sudah sepantasnya PMII, sebagai aktivis memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, untuk menyerukan stop kekerasan. Kemerdekaan yang diraih sudah mencapi 63 tahun. “Apakah tidak malu, Negara tercinta ini masih ternodai dengan adanya kekerasan, sekarang bukan saatnya rakyat berada dipenjajahan lagi,”tegasnya. ( Nita, Gun )