News Room, Kamis ( 11/02 ) Kementrian Agama RI mengitusksikan kepada Kantor Wilayah hingga Kabupaten untuk melakukan pengukuran arah Kiblat terhadap Mesjid yang ada di daerah masing-masing, untuk memastikan kebenaran arah Kiblat di masing-masing Mesjid berada di Masjidil Haram Mekah. H. Abdul Hafid, SH, M.Hi, dari Bidang Urais Kanwil Kementrian Agama Propinsi Jawa Timur, Kamis (11/02) di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sumenep menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena ada pendapat beberapa ahli geografi yang mensinyalir ada 70 persen Masjid di Indonesia, arah Kiblat sudah melenceng karena penggeseran bumi akibat gempa yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia. “Karena itu, perlu ada pengukuran kembali, sebab bergeser 1 derajat saja, perbedaanya bisa berjarak 114 kilometer dari Baitullah,†tegasnya. Manggapi hal tersebut, Kasi Urusan Islam (Urais ) Depag Sumenep, Drs.H. Moh. Hosnan, MSi, mengaku sejak hari ini pihaknya sudah melakukan pengukuran ke beberapa Masjid di Sumenep. Diantaranya, Masjid Al-Ikhlas Kecamatan Saronggi, Baiturrahman Bluto, Al-Amin Kecamatan Kota Sumenep, Al-Ikhlas Kalianget, AlHuda Batuan, Babul Jannah Kecamatan Manding. “Untuk hari ini kami baru melakukan pengukuran arah Kiblat terhadap 6 Masjid yang tersebar di beberapa Kecamatan terdekat sebagai sampel laporan, yang selanjutnya akan melakukan pengukuran yang sama di masjid yang lainnya,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )