News Room, Jum’at ( 16/07 ) Meski pemerintah belum menetapkan besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang dikenal dengan Ongkos Naik Haji (ONH), namun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep sudah memberlakukan pelaksanaan manasik haji bagi 784 Jemaah Calon Haji (JCH) Sumenep, yang dimulai tanggal 17 Juli hingga 9 Agustus 2010. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, H. Imron Rosyidi, SH, M.Si mengatakan, manasik haji ini merupakan hal terpenting yang harus diberikan kepada para JCH, sebagai bekal menuju Tanah Suci Mekkah. “Nah, kalau kami harus menunggu penetapan BIPH hingga pelunasan, diperkirakan waktu tidak mencukupi. Karena, sudah hampir bulan Ramadhan, sehingga kami sepakat menentukan pelaksanaan manasik haji dimulai tanggal 17 Juli 2010. Setiap angkatan kami melibatkan 3 Kecamatan,â€kata H. Imron, pada wartawan dikantornya, Jum’at (16/07). Ketiga Kecamatan yang sudah diundang untuk mengikuti pertama kali manasik haji, kata H. Imron, adalah Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget dan Talango. “Setiap angkatan akan mengikuti manasik haji selama 3 hari, yakni 2 hari teori dan 1 hari praktek. Pelaksanaan manasik haji itu, ditempatkan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep,â€ujarnya. H. Imron menjelaskan, bagi JCH yang sudah menerima undangan untuk mengikuti manasik haji, dinyatakan positif berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. “Asalkan, kalau sudah ada ketetapan besaran BPIH secepatnya melunasi biaya haji tersebut. Yang jelas, JCH yang menerima undangan pelaksanaan manasik haji, 99 persen positif berangkat ke Tanah Suci Mekkah tahun 2010 ini,â€ungkapnya. Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR-RI dari Daerah Pemilihan XI Madura, MH. Said Abdullah mengungkapkan, bahwa besaran BPIH akan diketahui pekan depan. Karena, pihaknya masih melakukan Rapat Panitia Kerja (Panja) guna membahas penurunan BPIH tahun ini hingga USD 60, dari USD 3.404. Sesuai data, untuk tahun 2009 lalu, besaran BPIH ditetapkan Rp. 35 juta per- JCH, sedangkan tahun ini belum diketahui. ( Nita, Esha )