News Room, Kamis ( 26/03 ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, berupaya mengembangkan lokasi wisata kesehatan di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pembentukan kelompok itu, dilakukan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep.
Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Sukaryo, SH, M.Si menjelaskan, ketersediaan Pokdarwis di Pulau Giliyang merupakan hal penting. Sebab, nantinya mereka menjadi elemen penting untuk menggugah kesadaran warga lainnya untuk ikut mendukung terwujudnya Pulau Giliyang sebagai lokasi wisata kesehatan, sekaligus bisa menjadi pemandu bagi wisatawan.
"Saat ini, kami lebih fokus menyiapkan ketersediaan dan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung terwujudnya Pulau Giliyang sebagai lokasi wisata kesehatan,"kata Sukaryo, Kamis (26/03).
Di Pulau Giliyang terdapat sekitar 8.000 jiwa yang terbagi di 2 Desa, yakni Desa Bancamara, dan Desa Banraas. Sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Sumenep berusaha mengembangkan Pulau Giliyang sebagai lokasi wisata kesehatan.
Sesuai hasil penelitian LAPAN yang bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep pada 2006, kandungan oksigen di Pulau Giliyang, pada kisaran 3,3 persen hingga 4,8 persen di atas normal.
"Untuk pembangunan infrastruktur di Pulau Giliyang sebagai lokasi wisata kesehatan, akan dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya,"terangnya.
Perjalanan darat dari Kecamatan Kota (Ibu Kota Sumenep) ke Dungkek, tepatnya ke dermaga rakyat Dungkek, membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan mobil. Setelah itu, perjalanan dilanjutnya dengan naik perahu motor dan membutuhkan waktu pada kisaran 45 menit hingga 60 menit dalam kondisi cuaca laut kondusif. ( Nita, Esha )