Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-08-2013
  • 855 Kali

Kemarau, 26 Desa Di Sumenep Terancam Kekeringan

News Room, Sabtu ( 31/08 ) Memasuki musim kemarau, bencana kekeringan mulai mengintai sejumlah Desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sumenep. Data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep menyebutkan, sedikitnya 26 Desa di 10 Kecamatan bakal dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Kabid Kesiap Siagaan dan Pencegahan BPBD Sumenep, Drs. R. Syaiful Arifin, M.Si menyatakan, hingga akhir Agustus 2013 ini sudah ada 4 Desa yang mengalami krisis air bersih. Yaitu Desa Badur, Desa Bantelan, Desa Batuputih Daya, dan Desa Tengedan. Empat Desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Batuputih. "Empat Desa itu sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep,"terangnya. Syaiful mengaku, beberapa waktu lalu telah mendistribusikan air bersih ke 4 Desa yang mengalami kekeringan air tersebut. ”Setelah menerima surat permohonan bantuan air bersih yang dilayangkan Camat Batu Putih, ya langsung kami distribusikan,”ujarnya. Selain itu, lanjut Syaiful, jika mengacu pada data tahun-tahun sebelumnya, biasanya akan ada 26 Desa di Sumenep yang dilanda kekeringan disaat musim kemarau. Desa-desa itu tersebar di 10 Kecamatan berbeda. Diantaranya, Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Talango, Saronggi, Batang-batang, Dasuk, Rubaru, Ganding, Giligenting, dan Kecamatan Lenteng. "Tapi, yang baru mengajukan permohonan air bersih, baru 1 Kecamatan Batuputih saja untuk 4 Desa setempat,"ungkapnya. Sebagai langkah antisipasi, BPBD menyiapkan dana sebesar Rp. 60 juta untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa-desa yang dilanda kekeringan. ”Dana Rp. 60 juta itu hanya dana awal. Prinsipnya, kami senantiasa siap melayani kebutuhan masayarakat akan air bersih,”tegas Syaiful. Menurutnya, fenomena kekeringan merupakan siklus alam. Tiap kali musim kemarau datang, kekeringan bisa saja mengancam. Karena itu, BPBD telah membuat beberapa langkah antisipasi. ”Diantaranya, dengan pembuatan embung (tempat penampungan) air hujan,”pungkas Syaiful. ( Nita, Esha )