Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-01-2010
  • 464 Kali

Keluarga Seorang Penumpang DBS II Terus Melakukan Pencarian

News Room, Rabu ( 06/01 ) Keluarga korban Endang (44) warga Desa Pandeman, Kecamatan Arjasa yang diduga tercebur kelaut saat menumpang kapal Dharma Bahari Sumeker (DBS) II terus melakukan pencarian. Hingga detik ini, keluarga korban dengan menggunakan 2 perahu, melakukan pencairan jasad korban di perairan kepulauan Raas. Keluarga korban, Mat Sakur mengatakan, keluarga korban menang masih mencari jasad korban, bahkan saat ini melakukan pencarian di perairan Kecamatan Raas, sebab beberapa waktu lalu mendapat informasi dari nelayan setempat melihat sesosok mayat ditengah laut. Pihaknya berharap pihak DBS II ikut peduli dengan memberikan bantuan mencari jasad korban, mengingat sejumlah penumpang melihat korban benar-benar salah seorang penumpang DBS II. ”Kami harapkan rasa kemanusiaan dari pihak DBS II untuk meperhatikan nasib korban, setidaknya DBS II ikut melakukan pencarian jasad korban. Jangan hanya berdiam diri dengan alasan, data korban tidak ada di manives, padahal ada 7 orang penumpang yang melihat korban berada di kantin kapal, sebelum korban hilang,”tegasnya. Secara terpisah, Direktur PT. Sumekar Line, Drs. H. Moh. Toha, MM menyatakan, pihaknya tidak bisa berbuat lebih jauh untuk melakukan pencariaan jasad korban, sebab yang besrangkutan tidak tercatat sebagai penumpang DBS II. Karena itu, berdasarkan data itu, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan apapun termasuk memberikan bantuan dan melakukan pencarian. ”Kalau data penumpang tidak terdaftar, bagaimana kami harus mengatakan ada penumpang yang tenggelam dan melakukan pencarian, sebab kami juga tidak tahu mau, dicari kemana. Tapi kalau korban terdaftar dalam penumpang, kami pasti berbuat untuk mencari korban dan memberikan santunan,”ungkapya. H. Moh. Toha menyarankan pihak keluarga untuk menyelesaikan hilangnya Endang, melalui jalur hukum, sehingga persoalannya semakin jelas, apalagi kasus ini menyangkut nyawa seseorang. Sementara itu, hilangnya Endang yang diduga tercebur kelaut, terjadi pada Jum’at malam, tanggal 25 Desember 2009. ( Yasik, Esha )