News Room, Selasa ( 10/06 ) Tanaman tembakau pada tahun sebelumnya sangat tidak menguntungkan para petani, sehingga pada musim tanam tembakau saat ini sebagaian masyarakat petani telah mengalihkan pada tanaman yang mempunyai prospek menjanjikan dari segi ekonomi, yakni tanaman bawang merah. Oleh karena itu, masyarakat petani akan membagi 2 pola, antara tanaman tembakau dan bawang merah. Mana yang menguntungkan diantara kedua pola tersebut. Kemungkinannya, menanam bawang merah pada musim tanam tahun ini akan lebih menguntungkan dari pada menanam tembakau, khususnya di Desa Meddelan Kecamatan Lenteng yang tergabung dalam kelompok tani Makmur Jaya. Hal ini disampaikan Camat Lenteng yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Drs. Qomaruddin ketika menghadiri pertemuan kelompok tani Makmur Jaya, dalam rangka persiapan Demplot Tanaman Bawang Merah untuk kegiatan pengembangan devertifikasi tahun 2008, Senin kemarin (09/06) dirumah ketuanya, Muhammad Rasyidi. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep diwakili Kasie Produksi Holtikultura, Rapik, SP mengatakan, maksud dan tujuan pertemuan ini untuk memberikan pengetahuan dalam meningkatkan ketrampilan para petani untuk mencoba menanam bawang merah, sehingga diharapkan nantinya bisa menambah penghasilan dan pendapatan serta kesejahteraan para petani. Rapik mengharapkan, jika nantinya para petani dan kelompok telah melakukan panen tanaman bawang merah, hendaknya jangan dijual semuanya, tapi harus ada sisa sebagai bibit tanaman pada tahun berikutnya. Sementara itu, untuk lebih memberikan semangat kepada para petani yang akan mengembangkan tanaman bawang merah, pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan akan memberi bantuan bibit sebanyak 1 ton untuk 1 hektar lahan yang akan digarap sekitar 8 orang, dan batuan pupuk Urea 50 kilogram, ZA sebanyak 15 kilogram, SP sebanyak 50 kilogram, Finegtisida 4 liter, Bokasi 2.500 kilogram dan batuan lainnya. ( JuP-21,Esha )