News Room, Senin ( 19/12 ) Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, langsung mengefektifkan bantuan hibah yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2016.
Pada hari keempat pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini, Senin (19/12/2016), terpantau semua bantuan diantaranya alat kesehatan dan penggergajian kayu sudah dipakai.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep atas bantuan penggergajian kayu, karena memberikan manfaat bagi masyarakat penerima," terang Ketua Kelompok Masyarakat Al-Mubarok, Fathorrahman, warga Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Senin (19/12/2016).
Ia mengaku dengan bantuan tersebut berdampak terhadap penambahan tenaga pekerja. "Bagi kami bantuan ini sesuai dengan kebutuhan sehingga dampak positif begitu terasa," ujarnya.
Bantuan penggergajian kayu itu merupakan program Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, yang dialokasikan melalui DBHCHT dengan total anggaran Rp. 5 miliar.
Sementara alat kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep untuk 30 Puskesmas baik daratan maupun kepulauan mencapai Rp. 4,3 miliar.
"Bantuan alat kesehatan di 30 Puskesmas sudah terealisasi seratus persen," ungkap Kasi Alat Kesehatan Dinkes Kabupaten Sumenep, Soepardi.
Kegiatan Monev pada Senin (19/12/2016), terfokus di Kecamatan Rubaru. ( Nita, Fer )