Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-07-2005
  • 596 Kali

KEINGINAN LSM INSANI TENTANG PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DIRESPON POSITIF PERFAS DAN BAPEDALDA

Sumenep-Infokom News Room : Harapan dari LSM Insani Sumenep melalui Koordinatornya, Tajul Ariefin yang mengiginkan perlunya perhatian Pemerintah Daerah terhadap cagar budaya di lokasi Pendopo Agung Keraton Sumenep, utamanya terhadap kondisi Taman Sari (tempat pemandian) yang merupakan asset daerah yang tak bernilai itu, sepertinya juga mendapat dukungan dari Ketua Persatuan Keluarga Famili Panembahan Sumolo (Perfas) Sumenep, RB. Ahmad Rifa’ie. Menurutnya, kondisi Taman Sari yang terkesan tidak terawat dengan baik itu, selayaknya apabila ditangani secepat mungkin. Sebab dikhawatirkan penyusutan air, banyak kotoran-kotoran dan sampah didalam Taman Sari itu akan menghilangkan nilai sejarah. RB. Ahmad Rifa’ie menegaskan sebenarnya dalam segi perawatan cagar budaya di keraton tersebut, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas terkait. Namun kenyataannya hal itu tidak dilakukan secara optimal. Sementara itu, menyikapi terjadinya penyusutan air di Taman Sari Keraton Sumenep mendapat perhatian dari Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Kabupaten Sumenep. Pasalnya, penyusutan air hingga satu meter di Taman Sari itu, disebabkan banyaknya pengeboran air secara liar yang dilakukan warga disekitar areal Taman Sari. Padahal menurut Kepala Bapedalda Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. Mukhtar Sidik, MM, pengeboran air secara liar telah melanggar Perauran Daerah (Perda), bahkan dengan adanya Perda kawasan lindung itu, Bapedalda sebenarnya juga ikut bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan cagar budaya, sebab cagar budaya merupakan salah satu kawasan lindung. Saat didesak langkah Bapedalda mengatasi persoalan itu, Mukhtar Sidik menerangkan, untuk menyelesaikan persoalan lingkungan Cagar Budaya perlu penanganan secara terpadu yang melibatkan banyak instansi.(Yasik, Esha)