News Room, Kamis ( 23/10 ) Program pengentasan kemiskinan berupa pembagian beras miskin (raskin) di Kabupaten Sumenep tidak berjalan lancar. Pasalnya, sejak 4 bulan terahir, bulan Juli hingga Oktober 2014, terdapat Kecamatan yang belum menuntaskan penebusannya. Sementara pagu raskinnya sebanyak 46,635 ton. Kepala Gudang Bulog Sumenep, Ainul Fatah mengatakan, sejak 4 bulan terakhir ini, tercatat satu Kecamatan, yakni Kecamatan Dungkek, masuk kategori terendah dalam penebusan raskin. "Data kami tercatat kalau Kecamatan Dungkek sudah 4 bulan, sejak bulan Juli hingga Oktober tidak melakukan penebusan sama sekali. Bahkan, pada bulan April dan Juni penebusannya tidak sampai pada pagu yang ditetapkan,"kata Ainol, Kamis (23/10). Selain itu, juga ada 2 Kecamatan yang sejak bulan September-Oktober tidak melakukan penebusan raskin, yakni Kecamatan Batuan dengan pagu 10,770 ton, dan Kecamatan Sapeken dengan pagu 68,985 ton per-bulan. "Dua Kecamatan itu belum menebus raskin selama 2 bulan terakhir ini dan 2 bulan sebelumnya juga penebusannya tidak sampai tuntas,"terangnya. Ainul mengungkapkan, untuk bulan Oktober ini, ada 11 Kecamatan yang sama sekali belum menebus raskin. Sedangkan Kecamatan lainnya, sudah melakukan penebusan meski tidak sampai tuntas sesuai pagunya di masing-masing Kecamatan. "Hingga minggu ke 3 bulan Oktober ini, penebusan raskin masih berjalan, meski tidak sesuai pagu. Mudah-mudahan akhir bulan nanti, 27 Kecamatan di Sumenep, sudah menebus raskin,"ungkapnya. Untuk sistem penebusan raskin di Sumenep tetap menggunakan sistem cash and carry dan juga Modal Jaminan (MJ). Namun, untuk sistem MJ sudah distop sejak bulan Nopember 2014, karena sudah mendekati tutup anggaran. "Sistem penebusannya tetap menggunakan cash and carry dan Modal Jaminan (MJ)," tukasnya. Total pagu raskin untuk Kabupaten Sumenep per-bulannya sebanyak 1.745.670 ton yang tersebar di 27 Kecamatan, baik kepulauan maupun daratan. ( Nita, Esha )