Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-10-2005
  • 778 Kali

KEBERSIHAN LINGKUNGAN MENCEGAH PENULARAN DBD

Sumenep-Infokom News Room : Memasuki pancaroba, yakni pergantian musim dari kemarau ke musim hujan, seperti biasanya musim ini merupakan musim yang disenangi nyamuk penyebab demam berdarah untuk berkembang biak. Karena itu, untuk mengantisipasi menularnya penyakit DBD (Demam Berdarah Dangue), yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. E. Shinta Oetomo, ketika ditemui News Room di ruang kerjanya, Senin (17/10) mengatakan, menyambut musim penghujan ini, pihaknya sudah melakukan antisipasi, yakni dengan menggelar sosialisasi dan penyuluhan kepada seluruh masyarakat melalui masing-masing Puskesmas di daratan. dr. Shinta menuturkan, sosialisasi dan penyuluhan itu dengan memberikan himbauan kepada masyarakat, mengenai pentingnya memelihara kebersihan lingkungan. Menurutnya, yang terpenting saat ini memang masalah kebersihan lingkungan, karena hanya dengan kebersihan lingkungan itu, pemberantasan terhadap nyamuk bisa dilakukan, baik untuk menghentikan atau memutus mata rantai penularannya. dr. Shinta menerangkan, penularan penyakit demam berdarah itu bisa diatasi, apabila masyarakat benar-benar melaksanakan program yang sudah diberikan Dinas Kesehatan, yakni dengan 3 M (menutup, menguras dan menimbun) tempat perkembangan nyamuk tersebut. Hal itu dilakukan, karena nyamuk Aedes Aegypti tersebut, berkembang biak di daerah-daerah basah. dr. Shinta mengakui, keterlibatan masyarakat dalam memberantas penularan penyakit demam berdarah ini, memang sangat diperlukan. Karena, program penyemprotan atau voking itu tidak akan mampu memberantas nyamuk dari akarnya, tapi hanya mampu menewaskan nyamuk dewasanya saja. Sehingga, jentik-jentik nyamuk yang ada di dalam air akan tetap hidup. Ditambahkan, pihaknya akan tetap melaksanakan penyemprotan, apabila di daerah itu terdapat penderita DBD, bahkan jika ada penderita DBD yang meninggal, maka penyemprotan akan dilakukan dengan radius 200 meter dari lokasi. Selanjutnya Shinta memaparkan, untuk mengetahui adanya pendertia DBD, yakni dengan survey len epidemologi yakni penyelidikan ke lapangan dan juga ke rumah, sosialisasi dan penyuluhan tersebut, hanya dilakukan di daratan saja, karena untuk wilayah kepulauan dinilai tidak sesuai dengan perkembang-biakan nyamuk demam berdarah, mengingat air di kepulauan asin. Namun, menurut dr. Shinta, daerah kepulauan hanya dijadikan perkembang-biakan nyamuk malaria. ( Nita, Esha )