News Room, Kamis ( 20/01 ) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN Torjek I, Kecamatan Kangayan (pulau Kangean) terganggu, akibat warga masyarakat yang mengaku pemilik lahan, menyegel sekolah tersebut. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Badrul Aini mengatakan, pihaknya mendapat laporan Kepala Desa setempat dan wali murid, bahwa KBM siswa di SDN Torjek I tidak normal kembali, sebab sejak dilakukan penyegelan oleh warga yang mengaku pemilik lahan, aktivitas KBM ditempatkan di rumah milik warga. Penyegelan sekolah tersebut oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, sudah terjadi beberapa kali, sejak tahun 2009 hingga 2010, namun, hingga sekarang belum ada penyelesaiannya. Karena itu, instansi terkait secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut, agar aktivitas KBM sekitar 200 siswa normal kembali. ”Kami minta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melakukan langkah cepat untuk mencari solusi menyelesaian persoalan tersebut, sebab dampak dari penyegelan itu, siswa tidak normal mengikuti KBM yang sejak beberapa waktu lalu, kegiatan KBM dilakukan di rumah warga,”tegasnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM menyatakan, dalam waktu dekat, pihaknya berencana berkoordinasi dengan jajarannya di Kecamatan Kangayan, guna mencari informasi tentang keabsahan pemilik lahan tersebut, apakah benar milik warga masyarakat. Jika memang lahan tersebut milik masyarakat dengan memiliki bukti sertifikat tanah, pihaknya pasti memberikan ganti rugi. "Kalau memang tanah itu milik warga, kami akan menyelesaikan dengan ganti rugi lahan, tapi sebelumnya kami melakukan kajian terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah ada perjanjian sebelumnya, antara pemilik lahan dengan Dinas Pendidikan untuk membangun gedung sekolah di lahan tersebut,”tegasnya. H. Achmad Masuni mengungkapkan, pihaknya berharap pemilik lahan untuk bersikap bijaksana, dengan membuka kembali segel sekolah tersebut, demi kepentingan pendidikan anak-anak di Desa setempat. ”Secara kemanusian, tolonglah segel disekolah tersebut dibuka lagi, kasihan siswa yang mengikuti KBM menempati rumah warga. Ini juga kepentingan anak-naak di daerah setempat juga,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )