Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-05-2008
  • 497 Kali

Kasus Diphteri Serang 10 Korban, 2 Anak Tewas

News Room, Jum’at ( 23/05 ) Kasus Diphteri (penyakit gangguan tenggorokan) yang menyerang anak usia antara 1 hingga 12 tahun, di Kabupaten Sumenep masuk dalam kategori KLB (Kejadian Luar Biasa). Sebab, sesuai dengan data yang ada, selama 2008, sejak Januari hingga 22 Mei 2008, tercatat 10 anak yang sudah mengidap penyakit Diphteri, dan 2 diantaranya meninggal dunia, yakni Hozaimah (8) dan Atika (5), keduanya warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek. Setelah dilakukan penelitian terhadap pasien diphteri itu, ternyata rata-rata yang terserang diphteri, disebabkan tidak diimunisasi dan imunisasi tidak lengkap. “Biasanya bagi balita (bayi dibawah lima tahun) yang imunisasinya lengkap, lebih kebal terhadap diphteri,” kata Kabid P2Pl (Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Samsu Hadi Widjojo. dr. Samsu mengatakan, jumlah penderita diphteri yang sudah mencapai 10 orang itu memang termasuk KLB. “Satu orang saja yang menderita diphteri, sudah ditetapkan KLB,” terangnya. dr. Samsu menjelaskan, sebenarnya upaya pemberantasan penularan diphteri itu sudah dilakukan sejak dini, yakni dengan munculnya satu kasus diphteri, pihaknya langsung melakukan kegiatan surveylan (pengamatan), utamanya pada orang-orang terdekat dengan penderita dan mengambil sample usap tenggorokan dan usap hidung untuk dicek, kalau hasilnya positif, maka dianggap sebagai carier (pembawa bakteri diphteri). “Bagi orang dewasa bisa saja terinfeksi diphteri tapi tidak sakit, namun mampu menularkan bakteri itu kepada orang lain, khususnya balita dan anak-anak,” paparnya. Karena itu, dr. Samsu meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Sumenep yang memiliki balita, agar melengkapi imunisasinya. Sehingga, tidak mudah terinfeksi penyakit yang membahayakan itu. Sebab, hingga saat ini seorang pasien, Putri Lukita Sari (8), warga Desa Tanamerah, Kecamatan Saronggi, yang mengidap penyakit diphteri (gangguan tenggorokan), sampai saat ini masih dirawat di RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, untuk menjalani perawatan secara intensif. ( Nita, Esha )