Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-07-2011
  • 870 Kali

Kasek SMAN 1 Sumenep Bantah Bebankan Biaya Besar

News Room, Selasa ( 12/07 ) Tudingan sejumlah kalangan, jika SMA Negeri 1 Sumenep membebankan biaya yang sangat besar kepada siswanya, dibantah keras Kepala SMA Negeri 1 Sumenep, Moh. Sadik, M.Pd. Bahkan, mantan Kepala SMAN 1 Bluto ini siap melayani pengaduan masyarakat apabila ada berita miring yang mencatut Sekolah Berstandar Internasional (SBI) ini. Bahkan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, pihak sekolah tidak melakukan biaya PPDB, kecuali biaya untuk psikotest, karena memang membutuhkan biaya dengan salah satu lembaga kompeten di Surabaya. Dan, apabila ada, nantinya tetap akan dilakukan musyawarah dengan Komite Sekolah dan para wali murid. “Kami berkomitment untuk memangkas sejumlah pengeluaran yang sekiranya memberatkan kepada siswa, apalagi diluar persetujuan Komite Sekolah dan wali murid,”ujarnya. Selama ini, sekolahnya setelah menjadi SBI, memang membebankan biaya SPP setiap bulan sebesar Rp. 150.000,00. Dan diluar itu, tidak ada biaya apapun, kecuali sumbangan yang sifatnya untuk peralatan pendidikan, seperti tugas yang diberikan guru dikelas, namun tetap harus melalui mekanisme yang benar. Bahkan, informasi yang menyebutkan masing-masing siswa di SMAN 1 Sumenep harus memiliki laptop, merupakan informasi yang tidak benar, karena fasilitas komputer yang disediakan di sekolah sudah cukup memadai. Namun, bagi siswa yang kebetulan memiliki laptop, bisa memanfaatkan hotspot yang tersedia di sekolah diluar jam pelajaran. Karena, Sadik berharap media ikut memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, terkait biaya yang sebenarnya diberlakukan di SMAN 1 Sumenep. Bahkan, dari dana bantuan pusat, sekolah menyiapkan sebesar Rp. 72 juta untuk pembebasan SPP selama 1 tahun kepada 40 siswa tidak mampu. “Disamping itu, kami juga memberikan biasiswa kepada siswa berprestasi tertentu,”pungkasnya. ( Ren, Esha )