News Room, Kamis ( 07/02 ) Kapolri Jenderal Polisi, Sutanto tidak ingin kinerja Korps Reserse Polisi selalu dikeluhkan masyarakat. Dia pun mewanti-wanti korps yang melayani pengaduan masyarakar itu agar terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik. “Ini untuk penegakan hukum kita. Tentu agar semakin baikâ€, kata Sutanto usai memimpin rapat dengan Kasatserse se Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu kemarin (06/02). Hal itu juga terkait pengawasan dan penyidikan yang dilakukan reserse. “Jangan sampai masyarakat tidak puasâ€, imbuhnya. Akhir tahun lalu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkapkan hasil laporan masyarakat yang diterima. Disana terlihat kinerja korps reserse paling banyak dikeluhkan masyarakat. Keluhan itu terkait profesionalisme dan penggunaan hak diskresi yang tidak tepat. Misalnya, menghentikan pemeriksaan, penyelidikan, atau penyidikan kasus ditengah jalan. Bagaimana anggaran Polri yang masih tergolong kecil ?. Mantan Kapolres Sumenep dan Kapolda Jatim itu mengakui, anggaran menjadi salah satu problem Polri. Anggaran Polri tahun 2008 adalah sebesar Rp. 23 triliun. “Memang masih kurang. Tapi, bukan alasan untuk tidak berbuat lebih baikâ€, katanya. Di tempat yang sama, Kabareskrim Polri Komjen Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan, pertemuan Kasatserse seluruh Indonesia itu merupakan hasil kajian Mabes Polri. “Di satu sisi ada hasilnya, namun disisi lain juga ada kelemahannyaâ€, jelasnya. Jenderal bintang tiga itu tidak menampik bahwa kelemahan tersebut terkait penyimpangan tugas di lapangan. Misalnya pelayanan yang dibuat sulit atau pemerasan. Bambang berjanji akan menindak tegas personel yang melakukan penyimpangan. Dalam pertemuan itu, lanjut Bambang, pihaknya juga menghadirkan Ketua KPK Antasari Azhar dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN), Taufiq Effendy. “Nuansanya adalah mewujudkan aparatur yang bersih dan berwibawa. Harus ada perubahan di lingkungan reserse Polriâ€, ujarnya. ( JP, Esha )