News Room, Sabtu ( 28/01 ) Cuaca esktrem yang masih menyelimuti perairan Madura, khususnya Sumenep, menyebabkan dua kapal tunda (tug boat) pengangkut batu bara, “Bina Marine”, terpaksa berlindung di Pelabuhan Kalianget. Kapal tunda yang dinakhodai Hadi, berangkat dari Surabaya menuju Cirebon. Namun ditengah perjalanan dihadang ombak besar. “Kapal kami sempat terombang-ambing beberapa hari di tengah laut, dan nyaris terdampar akibat dihamtan ombak besar dan angin kencang. Ketinggian ombaknya sekitar 4 meter,” kata Hadi, di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Sabtu (28/01). Hadi mengaku kesulitan berlayar disaat cuaca ekstrem seperti saat ini. “Namun, kami bersyukur bisa sandar di Pelabuhan Kalianget dengan selamat. Kami akan berlindung disini (Pelabuhan Kalianget, Red), hingga cuaca membaik. Jadi, kami belum bisa pastikan, kapan akan melanjutkan perjalanan ke Cirebon. Nanti kalau cuacanya mereda, baru kami akan melanjutkan perjalanan,”terangnya. Sementara Pelaksana Harian Kepala Administrator Pelabuhan Kalianget, Fajar Sadik menerangkan, cuaca ekstrem yang terjadi sejak Sabtu (21/01) malam, diperkirakan bertahan hingga Senin (30/01) nanti. “Ketinggian ombak diperairan Sumenep mencapai 1,5 hingga 5 meter. Ini berbahaya bagi pelayaran. Kami memang mengimbau semua kapal menunda pelayaran, mengingat cuaca ekstrem, dan berlangsung selama sepekan,”ungkapnya. Selain itu, cuaca ekstrem juga mengakibatkan tiga kapal motor penumpang yakni Kapal Dharma Kartika milik PT Dharma Lautan Utama (DLU), Kapal Express Bahari 3C PT. Sakti Inti Makmur (SIM), dan Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) II milik PT. Sumekar Line, hingga Sabtu (28/01) ini tak beroperasi. Kapal Dharma Kartika milik PT. DLU melayani lintasan Kalianget, Sumenep-Jangkar, Situbondo, setiap hari, dengan titik awal pemberangkatan kapal di Pelabuhan Kalianget pada pukul 08.00 WIB. Namun, sejak Selasa (24/01)-Sabtu (28/01) ini, tidak berani berlayar, dikarenakan ketinggian ombak diatas dua meter. Sementara kapal cepat express bahari milik PT. Sakti Inti Makmur (SIM) yang biasa melayani trayek Kalianget-Kangean sebanyak 3 kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Kamis, dan Sabtu, dengan titik awal pemberangkatan kapal di Pelabuhan Kalianget pada pukul 09.00 WIB, juga belum beroperasi. Bahkan, PT. Sumekar Line selaku perusahaan pelayaran yang juga menjadi operator di lintasan Kalianget-Kangean, dengan jadwal pelayanan sebanyak 3 kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Jum’at, dan Minggu, tidak berani berangkatkan kapalnya. “Pada Jumat (27/1) malam, kami kembali tidak memberangkatkan kapal ke Kangean, akibat cuaca laut masih buruk,”kata Manajer Operasional PT. Sumekar Line, Bambang Supriyo. ( Nita, Esha )