News Room, Kamis ( 05/02 ) Perahu Layar Motor (PLM) Indonesia milik warga Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, ditabrak kapal tongkang di perairan antara pulau Sapudi dan pulau Raas, atau 12 mil arah utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. PLM Indonesia yang dinakhodai Norhasyim (40) warga Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan tersebut berpenumpang 14 orang (termasuk ABK). PLM tersebut hendak menebar jaring di wilayah perairan Sapudi, pada Kamis 29 Januari lalu. Namun, pada Jumat (30/01) dini hari atau sekitar pukul 01.15 WIB, PLM Indonesia itu ditabrak kapal tongkang yang tidak diketahui identitasnya. Akibatnya, 2 ABK PLM Indonesia terlempar dan ditelan ombak. Hingga saat ini masih dinyatakan hilang. PLM Indonesia tersebut baru terungkap mengalami kecelakaan setelah nakhoda PLM Indonesia melapor ke Satpolair Lamongan, Rabu (04/02). Lalu, dikoordinasikan dengan Satpolair Kalianget, Kabupaten Sumenep, Kamis (05/02). Kasatpolair Kalianget, AKP Aryanto Agus Subekti, SH mengatakan, ABK PLM Indonesia yang selamat, tidak langsung melaporkan pada petugas di Sapudi maupun di Lamongan. Para ABK yang selamat itu masih berusaha mencari 2 teman yang terlempar kelaut. Namun, usaha tersebut gagal menemukan temannya dan baru melaporkan pada Satpolair Lamongan. “Makanya kami baru melakukan pencarian,â€Âujar Agus, kepada wartawan di kantornya, Jalan Pelabuhan Kalianget, Kamis (05/02). Untuk melakukan pencarian terhadap ABK PLM Indonesia yang hilang masih kesulitan. Sebab, ketinggian ombak saat ini berkisar 5 sampai 6 meter di wilayah perairan Pulau Sapudi. “Satu unit Tugboat dan 4 anggota, sudah saya siapkan untuk melakukan penyisiran pada korban hilang. Namun, terkendala cuaca dilaut,†terangnya. Dia menjelaskan, PLM Indonesia yang ditabrak kapal tongkang tak dikenal tersebut mengalami kerusakan pada anjungan dan tempat berteduh ABK. Namun, masih bisa digunakan untuk pulang ke wilayah Lamongan. Sementara, perahu nelayan asal Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, tenggelam di perairan Desa Kayuaru, Kecamatan Arjasa. 7 orang penumpang yang hendak pindah rumah selamat. Namun, barang-barang bawaannya tidak dapat diselamatkan. Perahu nelayan tanpa nama tersebut tenggelam karena dihantam ombak setinggi 5 meter, Kamis (05/02) pagi. Para penumpangnya selamat karena ditolong oleh nelayan Desa Kayuaru, Kecamatan Arjasa. Dan para penumpang itu masih shock dan kerugian diprediksi mencapai puluhan juta rupiah. ( Nita, Esha )