News Room, Senin ( 25/02 ) Cuaca buruk yang melanda perairan Sumenep dalam sepekan terakhir, berdampak terhadap persediaan sembako di wilayah kepulauan, yang semakin menipis. Anggota DPRD Sumenep asal Pulau Sapeken, Dul Siam menjelaskan, hingga saat ini, tidak ada satupun kapal yang berani berlayar. Akibatnya, pasokan sembako ke wilayah kepulauan terganggu. "Sekarang pasokan sembako terhambat, karena tidak ada kapal yang berlayar. Pengiriman sembako tertahan di pelabuhan, karena cuaca laut masih ekstrem. Tidak mungkin memaksa berlayar,"katanya. Dul Siam mengungkapkan, menipisnya persediaan sembako di Sapeken mulai menipis. Akibatnya, harga-harga pun merangkak naik. "Saat ini harga minyak goreng, beras, telur, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya mulai mahal. Diduga, kondisi ini dijadikan sebagai kesempatan untuk menaikkan harga,"terangnya. Jika cuaca buruk masih berlangsung sampai sepekan ini, bukan tidak mungkin stok sembako akan kosong. "Kami berharap cuaca segera membaik, sehingga kapal bisa berlayar, dan pasokan sembako kembali normal,"ungkapnya. Berdasarkan hasil pantauan di Pelabuhan Kalianget, sejumlah kapal ke wilayah kepulauan masih sandar. Kapal Dharma Bahari Sumekar dan Kapal Express Bahari 3C yang melayani Kalianget - Kangean, parkir di pelabuhan Kalianget, menunggu cuaca membaik. ( Nita, Esha )