Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-10-2025
  • 653 Kali

Kades Jaba’an Ungkap Pentingnya Mengenal dan Memahami Arti Logo Desa

Media Center, Rabu (01/10) Guna memberi edukasi terhadap generasi muda, Kepala Desa Jaba’an, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Hammat mengenalkan profil desa agar dapat dipahami dan dikenal secara mendalam oleh generasi muda, terutama arti pada logo desa.

“Logo Desa Jaba'an dirancang sebagai simbol yang kuat dan penuh makna, mencerminkan cita-cita, keadilan, serta kekayaan alam yang menjadi tumpuan desa,” terangnya kepada Media Center, Rabu (01/10/2025).

Seperti bentuk tameng (perisai) pada logo Desa Jaba’an melambangkan perlindungan, kekuatan, dan ketahanan desa dalam menjaga kedaulatan, nilai-nilai, serta seluruh masyarakatnya. Perisai menunjukkan Desa Jaba'an adalah benteng bagi kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, lanjut Hammat untuk warna hijau dominan mewakili kesuburan, kemakmuran, harapan, dan pertumbuhan. Warna hijau menunjukkan Desa Jaba'an adalah daerah agraris dengan sumber daya alam yang melimpah dan senantiasa berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, juga terdapat warna kuning atau kuning emas pada logo digunakan pada padi, yang melambangkan kemuliaan, kejayaan, kesejahteraan, dan hasil yang matang.

“Ini menunjukkan bahwa kerja keras masyarakat akan menghasilkan kehidupan yang makmur dan bermartabat,” ungkapnya.

Tertera pula elemen pertanian atau tumpuan ekonomi di antaranya padi dengan simbol utama kemakmuran, kemandirian pangan, dan kesejahteraan. Padi menunjukkan bahwa masyarakat desa telah mencapai kecukupan dan kemakmuran dalam hidupnya.

Selanjutnya adalah jagung yang melambangkan potensi ekonomi desa sebagai komoditas pangan dan hasil bumi yang penting. Keberadaan jagung bersama padi menegaskan Desa Jaba'an sebagai desa agraris yang memiliki keragaman hasil pertanian.

Tak hanya itu, pada logo Desa Jaba’an terdapat pula elemen sentral (keadilan dan integritas). Untuk gambar timbangan (neraca keadilan) pada logo, merupakan inti dari logo, melambangkan keadilan dan integritas. Timbangan menunjukkan prinsip-prinsip pemerintahan desa yang selalu menjunjung tinggi kesetaraan, objektivitas, dan kejujuran dalam setiap keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, buah mete di atas timbangan, buah mete yang diletakkan di atas timbangan memiliki makna ganda:

Pertama, ikon potensi lokal: menggambarkan kekayaan alam spesifik desa yang menjadi unggulan dan sumber penghidupan, melambangkan ketangguhan dan produktivitas.

Kedua, keseimbangan hasil dan etika: Menunjukkan bahwa potensi ekonomi dan kekayaan alam desa harus dikelola dan dibagi berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan integritas yang dilambangkan oleh timbangan.

Nampak pula pada logo empat garis melengkung dan lancip di bawah (bentuk cangkang) yang melambangkan bentuk tersebut dapat diinterpretasikan sebagai cangkang, yang melambangkan perlindungan, ketahanan, dan dasar yang kokoh.

“Empat garis melengkung tersebut mewakili empat pilar pembangunan desa atau empat aspek kehidupan desa, yaitu sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, yang semuanya harus ditopang oleh prinsip keadilan yang dilambangkan timbangan. Bentuknya yang melancip memberikan kesan dinamisme dan arah tujuan yang jelas,” urainya.

Hammat juga mengungkapkan, makna dari keseluruhan logo Desa Jaba'an menyampaikan pesan bahwa Desa Jaba'an adalah komunitas yang tanggap dan adil (timbangan dan keadilan) dalam mengelola kekayaan alamnya (padi, jagung, mete).

“Semua potensi dan hasil desa harus digunakan untuk mencapai kesejahteraan bersama rakyat (slogan) yang berdiri di atas fondasi perlindungan dan keutuhan,” tutupnya.

(Ismi, Han)