News Room, Sabtu ( 03/01 ) Beramal bagi seseorang tidak harus dengan harta benda maupun dengan bentuk finansial lainnya. Namun, beramal dan menolong orang bisa dengan berbagai kemampuan yang dimiliki dan bisa membantu meringankan beban orang lain, seperti membantu penyembuhan bagi orang sakit, itu juga merupakan bentuk amal kebajikan. Itulah yang tepat dilakukan oleh seorang Kiai asal Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang-batang, K. Mohammad Nawari Sunaryo. Bagi masyarakat sekitar, Kiai Nawari begitu biasa orang memanggil, tidak asing lagi, sebab biasanya orang yang minta bantuan pengobatan tidak hanya masyarakat sekitarnya, namun dari luar Desa maupun Kota lainnya juga tidak sedikit membutuhkan pertolongan penyembuhan berbagai penyakit. “Saya ikhlas membantu orang yang membutuhkan pertolongan saya, dan berapapun upah yang akan diberikan oleh orang, saya tidak bisa menerimanya, sebab itu sudah merupakan janji dan semacam tugas dari seseorang yang menemui saya dalam alam gaib,â€Âujar K. Nawari ketika ditemui News Room Jum’at malam (02.01) di rumahnya. Dengan polos K. Nawari mengaku tidak tahu menahu dengan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya. Sebab, selama hidupnya memang tidak pernah belajar khusus mengenai ramuan maupun do’a-do’a penyembuhan dan sebagainya. Namun, anehnya, ketika ada orang yang datang minta pertolongan, secara otomatis pembicaraan yang meluncur dari bibirnya tidak begitu disadari. Dan ternyata bagi pasien itu sudah merupakan petunjuk yang bisa dilaksanakan. Yang justeru membingungkan, ketika pasien ternyata harus diobati secara medis, K. Nawari yang sejak 2003 lalu juga dipercaya masyarakat menjadi Kades Nyabakan Timur ini, malah menyarankan berobat ke medis, ketika itu dituruti, ternyata benar, dan akhirnya berkat kekuasaan Allah SWT, pasien tersebut sembuh dengan berobat ke dokter maupun petugas kesehatan lainnya. Berdasarkan pengakuan beberapa warga sekitar, juga mengakui keganjilan Kadesnya itu, bahkan tidak jarang orang dari berbagai daerah , seperti dari Surabaya, Jakarta bahkan Kalimantan, yang kebetulan punya famili di Sumenep, mengaku berobat kepada K. Nawari hanya dengan ponselnya. Lewat komunikasi canggih ini, ternyata lelaki berpenampilan sederhana ini bisa memfasilitasi pasien untuk melakukan pengobatan sesuai petunjuk yang diberikan melalui ponsel. Mau coba, silahkan datang. ( Ren, Esha )