Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-09-2008
  • 617 Kali

Juru Mudi Ngantuk, Kapal Pengawal Survey Ditabrak

News Room, Rabu (17/09) Berdasarkan hasil investigasi satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Sumenep, tabrakan Perahu Motor (PM) Srimuda Baru milik nelayan Kangean dengan Kapal SKA 18 pemandu survey seismik di perairan barat Kangean, Selasa (16/09) kemarin, disebabkan juru mudi PM, Rusli (37) warga Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, dalam keadaan ngantuk. Padahal, pihak Kapal SKA 18 sudah memberi peringatan agar merubah haluan karena antara PM dengan kapal sudah berdekatan dan dipastikan terjadi tabrakan. Tapi, juru mudi tidak memperhatikan peringatan tersebut. Akibatnya, tabrakan tidak bisa dihindari. Ketua Satlak PBP Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM mengatakan, walaupun tabrakan itu disebabkan dari PM Srimuda Baru, namun pihak perusahaan Kangean Energy Indonesia (KEI) tetap akan bertanggungjawab. Hasil komunikasi dengan Muspika dan Satlak setempat, pihak KEI sudah berupaya melakukan pencarian dan tentunya akan bertanggung jawab terhadap peristiwa kecelakaan laut tersebut. “Perusahaan KEI sudah menunjukkan rasa tanggung jawabnya, dengan berusaha mencari 2 korban hilang, meski belum ditemukan,”kata H. Moch. Dahlan pada wartawan di kantornya, Jalan dr Cipto, Sumenep, Rabu (17/09). H. Moch. Dahlan, yang juga Wakil Bupati Sumenep itu juga menyarankan kepada pihak korban, baik yang masih di rawat di Puskesmas setempat, maupun yang masih dinyatakan hilang, agar mengajukan permohonan ganti rugi pada perusahaan. “Permohonan itu bisa diajukan melalui Camat Arjasa, sehingga, kebutuhan yang diperlukan untuk semua korban dapat diketahui nominalnya,”tegasnya. Sementara, pencarian yang dilakukan pihak KEI bersama kepolisian yang memakai kapal pengawal survey seismik hingga pukul 13.40 WIB belum berhasil menemukan 2 orang korban hilang, yakni Karim (30) dan Sapra'i (40), keduanya warga Kapong, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Laka laut tersebut terjadi akibat PM Srimuda Baru milik nelayan Kangean menabrak lambung bagian kiri Kapal SKA 18 milik Kangean Energy Indonesia (KEI) yang sedang memandu survey seismik di perairan Kangean barat, Sumenep. Akibatnya, PM Srimuda Baru yang mengangkut genteng dan bahan bangunan itu tenggelam seketika, 2 penumpangnya ikut ditelan ombak dan dinyatakan hilang. ( Nita, Esha )