Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-10-2012
  • 473 Kali

Jemaah Haji Wafat 36 Orang, Terbanyak Dari Solo

News Room, Sabtu ( 13/10 ) Jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi terus bertambah. Hingga kemarin (12/10) tercatat 36 jamaah yang meninggal. “Jamaah haji yang wafat itu merata di semua embarkasi, tapi paling banyak dari Surakarta,”jelas Kepala Bagian Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, Amin Akkas, kemarin. Jumlah jamaah haji dari Surakarta atau Solo yang wafat sebanyak 10 orang. Jakarta menempati urutan kedua dengan jumlah 4 orang yang wafat, begitu juga Makassar 4 orang, dan Surabaya sebanya 3 orang. Sisanya dari embarkasi lain. Menurut Amin, total jamaah yang meninggal sebanyak 36 orang. Perinciannya, pria 21 orang, dan perempuan sebanyak 15 orang. Usia mereka beragam. Ada yang 40 tahun, 50 tahun, dan diatas 60 tahun. Tapi, paling banyak berusia 50 hingga 59 tahun. “Itu sudah masuk usia lanjut,”kata mantan Kasubdit Pengembangan Sistem Informasi Haji tersebut. Tempat wafat terdiri atas 4 lokasi. Yaitu, Madinah, Makkah, Jeddah, dan perjalanan. Terkait dengan wafatnya jamaah di perjalanan, dia tidak tahu pasti lokasi perjalanan yang dimaksud. Sebab, data hanya menyebutkan wafat dalam perjalanan. Mungkin saja mereka wafat saat perjalanan dari tanah air ke Madinah atau dari Madinah ke Makkah. Saat ditanya soal penyebab wafatnya para jamaah, Amin menyatakan bahwa penyebab itu bermacam-macam. Ada yang meninggal karena sakit, ada pula yang wafat gara-gara kelelahan. Menurut dia, cukup banyak jamaah haji yang menderita penyakit, seperti stroke dan paru-paru. Tentu mereka yang mengidap penyakit harus hati-hati. “Jamaah haji yang mempunyai riwayat sakit akan selalu mendapat pengawasan,”terang dia. Di setiap kloter, ada 3 petugas kesehatan yang selalu mengawasi kondisi kesehatam jamaah. Mereka membawa peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan. Jamaah yang mempunyai keluhan sakit, bisa langsung menyampaikan keluhan itu kepada petugas kesehatan. “Petugas kesehatan akan memberikan perhatian khusus bagi jamaah yang mempunyai penyakit yang dikategorika berbahaya,”terang dia. ( JP, Esha )