Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-09-2007
  • 513 Kali

Jelang Ramadhan Pasar Murah Diharap Bisa Bantu Maskin

Sumenep-Kominfo News Room : Menjelang Bulan Ramadhan tahun ini, diharapkan kegiatan pasar murah yang diadakan Pemprop Jatim bisa membantu masyarakat miskin (Maskin). Selain harga sembakonya yang murah, yakni senilai Rp. 15.000,00, ini juga mengingat harga bahan pokok pada saat-saat tersebut mulai ada kenaikan. Demikian dikatakan Gubernur Jatim, Imam Utomo saat membuka kegiatan Pasar Murah di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Kamis (06/09). Kegiatan pasar murah ini juga diadakan di Kecamatan Paciran dan Brondong Lamongan. Dikatakan Gubernur, nantinya uang hasil dari penjualan pasar murah tidak dimasukkan dalam kas pemerintah daerah, tetapi akan diputar untuk biaya kegiatan pasar murah selanjutnya. Ini karena, pasar murah akan diadakan di seluruh daerah Jatim secara bergantian. Paket sembako pada kegiatan ini disediakan sebanyak 6.752 paket, dimana sebanyak 6.200 paket disediakan oleh Pemprop Jatim, sementara 552 paket merupakan sharing antara Pemprop Jatim dengan Pemeritah Kabupaten Lamongan. Setiap paket, berisi 5 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, mi instan 5 bungkus, dan 1 botol kecap manis. Selain pasar murah, kata gubernur, upaya membantu masyarakat miskin juga dilakukan melalui program Gerdu Taskin. Dengan adanya program ini, menurut gubernur, jumlah keluarga miskin di Jatim dari 10 juta pada tahun lalu, kini turun menjadi menjadi 8 juta. Jumlah tersebut kemudian diikuti dengan turunnya angka pengangguran yakni dari 1 juta pengangguran pada tahun lalu, kini menjadi 700 ribu. Berdasarkan data dari tahun 2002 hingga 2005, program ini telah menjangkau sebanyak 655.417 Rumah Tangga Miskin (RTM) atau 1.966.251 jiwa yang tergabung dalam 14.406 pokmas. Selain itu, menumbuhkan swadaya masyarakat Rp. 6,832 miliar dengan dukungan dinas/instansi, dunia usaha dan perguruan tinggi sebesar Rp. 38,732 miliar. Sedangkan dukungan dana sharing dari APBD kabupaten/kota, mencapai Rp. 48,295 miliar. Sementara untuk pemberdayaan manusia, telah menjangkau 39.942 RTM dan 2.981 anak. Untuk pemberdayaan usaha menumbuhkan 1.102 Unit Penambah Pendapatan (UPK) sebagai embrio Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari segi pemberdayaan lingkungan, telah memperbaiki jalan poros desa dan jalan lingkungan sepanjang 327,011 KM, jembatan 2.659 unit, saluran irigrasi 19.417 M dan pemugaran rumah 25.088 unit. Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) telah diterjunkan dalam Gerdu Taskin pada tahun 2003 sebanyak 68 orang, tahun 2004 sebanyak 101 orang dan tahun 2005 sebanyak 116 orang. Program Gerdu Taskin, selama ini telah memberikan dampak yang cukup signifikan. Antara lain, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin rata-rata sebesar Rp. 105.000,00 per-bulan. Menurut BPS, tahun 2004 Gerdu Taskin mampu menurunkan angka kemiskinan pada desa/kel lokasi anatara 0,83-8,75 prosen dan hasil update Pendataan Kemiskinan Indikator Baru (PKIB) BPS tahun 2005 di delapan kabupaten, jumlah penduduk miskin menurun cukup signifikan tahun 2001- 2005 sebesar 18,6 prosen atau rata-rata sebesar 4,7 prosen per tahun. Bahkan, mampu menjangkau desa kategori merah mencapai 1.102 Desa, dari jumlah desa/kelurahan kategori merah di Jatim sebanyak 1.801 Desa. Pada kesempatan kali ini, gubernur memberikan dana Gerdu Taskin pada bupati Lamongan M Masfuk senilai Rp 1.547.500. Gubernur juga menyerahkan bantuan modal bergulir pada 2 Unit Penambah Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), masing-masing Rp 5. 000.000,00. Pada kesempatan ini pula, Gubernur Imam Utomo, membuka kegiatan pasar murah di Kecamatan lain, yakni Kecamatan Paciran dan Brondong. Selanjutnya, gubernur menuju Puskesmas Maduran di Kecamatan Maduran, untuk meninjau kegiatan pengobatan dan KB gratis bagi masyarakat miskin. (JNR,Ong)