News Room, Selasa ( 17/05 ) Menjelang bulan puasa 1437 Hijriah, gas elpiji di Kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai langka. Bahkan, di tingkat pedagang pun juga mengeluhkan keberadaan gas el-piji tersebut.
"Biasanya tiap satu minggu kami mengirim gas el-piji ke Pulau Kangean. Tapi, sekarang sudah dua pekan lebih kami berada di Pelabuhan Kalianget untuk mendapatkan pasokan gas elpiji,"kata Bunahri, warga Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), Senin (17/05).
Ia menuturkan, jumlah pasokan el-piji ke Kangean setiap minggu mencapai antara 1.800 hingga 2.000 tabung gas elpiji. Namun, yang ada sekarang baru 1.200-an gas elpiji.
"Permintaan gas elpiji di Kangean, saat ini mulai meningkat. Pengiriman yang biasanya cukup sampai seminggu, sekarang dalam waktu 3 hari sudah habis gas elpiji,"tukasnya.
Ungkapan serupa juga dilontarkan salah satu pedagang di Sapeken, Zaini. "Sudah tiga hari kita antri disini (Pelabuhan Kalianget, Red). Tapi belum dapat pasokan gas elpiji,"ungkapnya.
Menanggapi kondisi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si mengatakan, bahwa akan menambah jumlah pengiriman gas elpiji ke kepulauan.
"Ini kan jelang puasa, tentunya kebutuhan utamanya gas el-piji meningkat. Ya kita akan tambah jumlah pasokan ke kepulauan,"tandasnya.
Selain itu, lanjut Sekda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, juga akan menambah semua kebutuhan masyarakat kepulauan termasuk sembilan bahan pokok (sembako) dan transportasi.
"Kita akan antisipasi kebutuhan masyarakat kepulauan menjelang bulan puasa hingga lebaran 2016, untuk tetap terpenuhi,"pungkasnya. ( Nita, Esha )