Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-09-2020
  • 371 Kali

Jelang Pilkada, FKUB Jatim Ajak Masyarakat Hindari Isu Sara

Media Center, Rabu ( 02/09 ) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat, untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sumenep menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 09 Desember mendatang.

Wakil Ketua FKUB Provinsi Jawa Timur, Nadjib Hamid mengatakan, para kandidat dan masyarakat tetap menjaga daerah agar tetap aman dan kondusif dalam menghadapi Pilkada tahun ini, karena pemilihan kepala daerah itu adalah agenda rutin setiap lima tahun sekali, sehingga pelaksanaannya diiringi dengan kebahagiaan.

“Seluruh elemen di Kabupaten Sumenep harus menjaga kerukunan umat beragama saat Pilkada Sumenep 2020,” jelasnya seusai Kunjungan Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur di Kantor Bupati, Rabu (02/09/2020).

Diharapkan pula para kontestan Pilkada Sumenep 2020 jangan sampai membawa isu sara (suku, agama, ras, dan antargolongan) supaya tidak terjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat yang selama ini hidup rukun.

“Kami berkunjung ke 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang melaksanakan Pilkada Serentak tahun ini, untuk senantiasa mengawal pelaksanaannya supaya tidak ada kontestan membawa isu sara, demi menjaga kerukunan umat beragama termasuk di Kabupaten Sumenep,” imbuhnya.

Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Edy Rasiyadi, M.Si dan Pengurus FKUB Kabupaten Sumenep mengadakan diskusi bersama di Kantor Bupati.

Sementara Bupati menyambut baik dukungan moral FKUB Jawa Timur kepada pemerintah daerah dalam rangka menghadapi Pilkada serentak pada tanggal 09 Desember 2020, supaya Kabupaten Sumenep tetap kondusif.

Untuk itulah, pihaknya berharap seluruh masyarakat terus menjaga keamanan dan ketertiban, mulai tahapan awal pemilihan sampai akhir pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep tahun 2020.

“Seluruh masyarakat harus memberikan pesan damai sebagai tanggung jawab bersama menjaga kerukunan umat beragama. Karena itu, jangan menyebarkan konten hoax atau mudah terprovokasi dengan berita-berita bohong (hoaks),” pungkas Bupati dua periode ini. ( Yasik, Fer )