Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-04-2006
  • 732 Kali

JAWA TIMUR MASIH BERPELUANG HUJAN LOKAL

Sumenep-Kominfo News Room : Berdasarkan pantauan satelit citra, Jawa Timur masih berpeluang terjadi hujan lokal disertai guntur, dan ini diprediksi hingga tiga hari ke depan. Daerah yang berawan dan berpeluang hujan lokal itu sebagian besar pantai utara (pantura), yakni Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo dan sebagian besar wilayah pulau Madura. Kasie Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, Arif Triono, saat dihubungi di kantornya, Rabu (19/04) kemarin menjelaskan, daerah yang berawan dan berpeluang hujan lokal itu sebagian besar pantai utara (pantura), yakni Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo dan sebagian besar wilayah pulau Madura. Intensitas hujan ringan hingga sedang kemungkinan terjadi pada sore dan malam hari dengan kecepatan angin hingga 20 km/jam. Arif menambahkan, potensi hujan akan terjadi sepanjang hari ini, mulai siang hingga malam dengan intensitas sedang-deras disertai guntur. “Guntur terjadi karena disertai awan cumulonimbus (CB)�, tuturnya. Sementara untuk bagian Selatan Jawa Timur, hujan akan disertai angin kencang dan guntur berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari. Angin bertiup dengan kecepatan mencapai 29 km/jam, meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Untuk wilayah perairan, laut Jawa bagian Timur, sekitar Bawean, sebagian Masalembu, utara Madura dan sekitar Kangean, tinggi gelombang mencapai 1,1 meter. Samudra Indonesia selatan Jatim tinggi gelombang dekat pantai mencapai 2,1 meter. Arif menambahkan, pasang air laut sedikit menurun hingga tiga hari ke depan, yakni 100-60 cm yang akan terjadi pada pukul 12.00-14.00 WIB. Sementara surut air laut mencapai minus 100 yang terjadi pada pukul 21.00-24.00 WIB. Hal itu akan terjadi di sekitar Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan sekitarnya. Arif mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada akan terjadinya angin kencang. “Angin kencang dengan kecepatan 60 km/jam bisa terjadi berbarengan dengan munculnya awan cumulonimbus (CB)�, jelasnya. ( Info Jatim, Esha )