Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-01-2014
  • 466 Kali

Jauhi Politisasi Pemilih Pemula Bagi Siswa Di Sekolah

News Room, Senin ( 06/01 ) Menjelang pelaksanaan Pemilihan Calon Legislatif (Pileg), Calon Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) di tahun 2014 ini, diharapkan para pelajar, khususnya yang masuk sebagai pemilih pemula tidak terkontaminasi dengan hiruk pikuk kegiatan partai politik dan semacamnya. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Nurul Hamzah, M.Pd. dalam kunjungan kerjanya di SMA Negeri I Ambunten, Senin (06/01). Menurutnya, perlunya membentengi para siswa yang merupakan pemilih pemula dengan idealisme dan tidak berpikir apatis, serta tidak turut terbawa arus dan suasana politik di tahun 2014 ini. “Sebab, salah satu sasaran partai politik adalah para pemilih pemula, yang di Kabupaten Sumenep ini ada sekitar 20 persen, yakni sekitar 200.000 pemilih pemula,”ungkapnya. Jadi, para pemilih pemula yang kebetulan masih ada di bangku sekolah SMA, SMK, dan MA tidak akan terkontaminasi politisasi dan menjaga netralitas lembaga pendidikan yang ada. Khususnya untuk lembaga pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sedangkan untuk lembaga di bawah naungan Kemenag Sumenep, tegas H. Nurul, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi. Namun, tegas H. Nurul dalam pelaksanaan pemilihan nantinya, siswa yang sudah masuk sebagai pemilih pemula dapat menyalurkan hak suaranya sebagaimana mestinya. Hanya saja, untuk menjaga netralitas dan bentuk penyimpangan politik lainnya, seperti money politic dan semacamnya. “Jadi, para siswa diharapkan jauhi politisasi dengan melibatkan diri sebagai massa pada saat kampanye dan semacamnya, agar tidak korbankan pendidikannya,”tambahnya. ( Ren, Esha )