Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-07-2010
  • 505 Kali

Jalankan Amanah, Buka Layanan Masyarakat 1 x 24 Jam

News Room, Jum’at ( 16/07 ) Untuk menjaga amanah yang telah diberikan oleh masyarakat Desanya, Kepala Desa Batang-batang Daya, Sri Hasanah membuka pelayanan bagi warganya 1 × 24 di Desanya. Hal tersebut juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh perangkat Desanya, yakni mulai Sekretari Desa, Kaur dan Kasi Desa, bahkan RT-nyapun aktif masuk Balai Desa untuk bersama-sama memberi layanan prima bagi warganya. Sedangkan diluar jam kantor, ketika ada hal penting yang mendesak, semua juga harus merespon dan melakukan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat, misalnya saja ketika ada warga miskin yang sakit malam hari, dan membutuhkan penanganan segera. Seperti kebutuhan surat-surat SKTM,SPM dan sebagainya, sesegera mungkin untuk dilayani dengan baik. “Kami tidak ingin masyarakat merasa dipersulit harus kesana-kemari, sementara mereka mendesak untuk segera ditangani,”ujarnya. Meskipun utuk pengurusan berbagai adminitrasi di Balai Desa dikenakan biaya sesuai kepentingannya masing-masing sesuai Peraturan Desa (Perdes), namun untuk pelayanan SKTM, SPM dan Beasiswa dibebaskan. Sedangkan, perolehan dana dari pelayanan, juga untuk kepentingan Desa, seperti halnya untuk kebutuhan admintrasi Desa ataupun yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh Desa. Misalnya saja, untuk kegiatan acara 17 Agustusan, lomba-lomba, Hari-hari Besar Islam dan kegiatan lainnya. Yang pasti, semua dilakukan untuk melayani masyarakat, karena itu Hasanah merasa bersyukur, meskipun sangat berat memikul jabatan Kepala Desa, karena hingga saat ini keluarga besarnya masih dipercaya oleh masyarakat Batang-batang Daya. Disisi lain, jabatannya merupakan amanah rakyat yang betul-betul harus dijaga dan dipelihara, sehingga apa yang menjadi harapan dan impian warga Desa Batang-batang Daya akan menjadi kenyataan. Diakui Kepala Desa Batang-batang Daya ini, jabatannya merupakan warisan turun temurun dari nenek moyangnya. Bahkan, sebelum Belanda menjajah Indonesia. Sebab, dari nenek moyang, Buyut, Kakek, dan yang terkahir suaminya hingga Sri Hasanah sendiri menjabat sebagai Kepala Desa. ( Ren, Esha )