News Room, Selasa ( 04/06 ) Tingginya intensitas hujan sejak sebulan terakhir ini, membuat sejumlah jalan di Sumenep rusak parah dan berlubang. Seperti halnya jalan menuju Bandara Trunojoyo, yang merupakan jalan pintas penghubung Kecamatan Kota, Gapura dan Kalianget, tepatnya di jalan Desa Pabian. Akibatnya pengendara kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4 terpaksa harus bergiliran melintas karena menghindari jalan rusak. Padahal anggaran pembangunan infrastruktur jalan pada 2013 mencapai Rp. 70 milyar. Kerusakan jalan dilokasi itu sepanjang satu kilo meter. Kondisinya rusak parah dan banyak berlubang, sehingga menjadi genangan air. Salah seorang pengendara sepeda motor, Arif Rahman, mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah kabupaten yang telah membiarkan kondisi jalan ini hingga rusak parah. “Saya sering melewati jalan ini. Kerusakan jalan itu hampir dua bulan lebih, tapi terkesan dibiarkan oleh Pemkab Sumenep. Karena tidak ada perbaikan apapun, jalan semakin rusak. Disaat hujan turun, sepanjang jalan ini becek dan sulit dilalui. Kalau pun dipaksakan untuk dilewati ya harus hati-hati dan bergiliran. Sebab, sisa jalan yang bagus hanya sebesar ban sepeda motor,”kata Arif, Selasa (04/06). Menurutnya, tingkat kerusakan jalan itu diperparah oleh seringnya mobil berat semacam truck melintasi lokasi tersebut. “Jalan disini sering dilintasi angkutan berat seperti truck, pick up dan sebagainya. Meski pernah diperbaiki ya hanya bertahan beberapa minggu saja. Setelah itu rusak lagi. Mungkin ketebalannya kurang, sehingga mudah rusak,”terangnya. Sementara, Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Iskandar menuturkan, anggaran untuk perbaikan jalan pada APBD tahun 2013 sebesar Rp. 70 milyar namun dikhususkan bagi peningkatan hotmix di jalan Kecamatan maupun Kabupaten. “Ini menyesuaikan dengan keinginan bapak Bupati Sumenep, bahwa prioritas anggaran infrastruktur jalan itu adalah peningkatan hotmic dijalan kecamatan dan Kabupaten, sehingga anggaran perbaikan jalan diluar jalur utama Kecamatan dan kabupaten sangat minim. Total anggaran infrastruktur jalan tersebut senilai Rp. 70 milyar,”ungkapnya. Meski demikian, lanjut Iskandar, pihaknya berharap dinas terkait dalam hal ini Dinas PU Bina Marga bisa memilah jalan yang dianggap urgent agar segera diperbaiki. “Saat ini jalan rusak di Kecamatan Kota Sumenep cukup banyak. Mudah-mudahan jalan rusak itu bisa tercover dalam APBD 2013. Kalau pun tidak, kita akan alokasikan di PAK. Karena kerusakan jalan itu sering menyebabkan laka lantas akibat pengendara ranmor menghindari jalan rusak,”ungkapnya. ( Nita, Esha )