Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-01-2015
  • 571 Kali

Inflasi Sumenep Sepanjang 2014 Lampaui Timur, Capai 8,04 Persen

News Room, Senin (05/01) Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2014 untuk Kabupaten Sumenep mencapai 8,04 persen. Inflasi ini diatas Jawa Timur yang berada diposisi 7,77 persen, namun dibawah nasional 8,36 persen. Dari 8 Kota IHK di Jatim, laju tahun kalender 2014 tertinggi di Malang 8,14 persen, Sumenep 8,04 persen, Surabaya 7,90 persen, Jember 7,52 persen, Kediri 7,49 persen, Madiun, 7,40 persen, Probolinggo 6,79 persen dan terendah di Banyuwangi 6,59 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno menjelaskan, sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi sepanjang tahun 2014 adalah bensin, nasi dengan lauk, gado-gado, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek, tarif listrik, rujak, udang basah, cabai merah, dan rokok kretek filter. ¡°Sedangkan sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi sepanjang tahun 2014 adalah bawang merah, daging sapi, kelapa, daun bawang, gula pasir, daging ayam ras, sawi hijau, kacang panjang, telepon seluler, dan tomat sayur,¡±kata Suparno, Senin (05/01). Sementara inflasi pada bulan Desember 2014, Kabupaten Sumenep, mengalami inflasi sebesar 2,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 117,30, lebih tinggi dibanding Jawa Timur yang mengalami inflasi sebesar 2,38 persen dengan IHK sebesar 118,07, dan nasional juga mengalami inflasi sebesar 2,46 persen dengan IHK sebesar 119,00. ¡°Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan sebesar 2,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 4,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,75 persen, kelompok sandang sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,34 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,23 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 4,26 persen,¡±terangnya. Menurutnya, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di bulan Desember 2014 adalah bensin, cabai merah, nasi dengan lauk, beras, cabai rawit, gado-gado, angkutan antar kota, nasi pecel, rokok kretek dan rujak. ( Nita, Esha )