Sumenep-Kominfo News Room : Naiknya bahan makanan dan sandang, ternyata mempengaruhi Inflasi Sumenep pada Oktober 2007, yang mencapai 1,25 prosen. Laju Inflasi Sumenep lebih tinggi dibandingkan capaian Jawa Timur yang berada dititik 0,89 prosen dan capaian nasional 0,79 prosen. Dengan kondisi semacam itu, maka target Inflasi 6 prosen oleh pemerintah makin sulit tercapai. Demikian diungkapkan Kasie Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Kadarisman. Menurut Kadarisman, beberapa faktor yang menyebabkan Inflasi Oktober terus meroket, diantaranya suasana bulan puasa dan kebutuhan Hari Raya, sehingga permintaan konsumen semakin meningkat dan naiknya harga-harga kebutuhan sehari-hari. Kadarisman menerangkan, jika dilihat secara komulatif, Inflasi sejak Januari hingga Oktober sudah mencapai 5,12 prosen. Dengan Inflasi yang cukup tinggi itu, maka untuk mencapai target 6 prosen di akhir tahun 2007, dua bulan terakhir yakni Nopember dan Desember 2007, Inflasi harus dibawah 0,44 prosen. Kemudian Inflasi tahunan saat ini berada di posisi 7,19 prosen, lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama Oktober 2006 sebesar 6,05 prosen. Kadarisman menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan, harga-harga di bulan Oktober dari 7 kelompok pengeluaran, maka kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks tertinggi, yakni 2,91 prosen. Kemudian diikuti kelompok sandang sebesar 1,74 prosen, kelompok makanan jadi, minuman dan rokok sebesar 0,36 prosen. ( Nita, Esha )