Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-02-2016
  • 556 Kali

Inflasi Sumenep Januari 2016 Sebesar 0,65 Persen

News Room, Rabu ( 03/02 ) Inflasi Sumenep pada bulan Januari 2016 sebesar 0,65 persen. Laju inflasi itu sama dengan inflasi tingkat Jawa Timur, namun diatas nasional yang juga mengalami inflasi sebesar 0,51 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,87 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen, kelompok sandang sebesar 0,17 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,41 persen. 

"Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi, satu kelompok terjadi deflasi. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,51 persen,"kata Suparno, Rabu (03/02).

Suparno menegaskan, komuditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah beras, rokok kretek, rokok kretek filter, daging sapi, telur ayam ras, dain bawang, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah dan bawang putih.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bensin, udang basah, jeroan, solar, bandeng/bolu, tengiri, cakalang/sisik, kepiting/rajungan, daging ayam kampung dan kompor,"tegasnya.

Ia mengungkapkan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari2016) Sumenep sebesar 0,65 persen, Jawa Timur sebesar 0,65 persen, dan Nasional sebesar 0,51 persen.

"Tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2016 terhadap Januari 2015) Sumenep sebesar 3,56 persen, Jawa Timur sebesar 3,54 persen, dan nasional sebesar 4,14 persen,"ungkapnya. ( Nita, Esha )