News Room, Jumat ( 01/07 ) Inflasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bulan Juni 2016, mencapai 0,65 persen. Laju inflasi itu melampaui Jawa Timur sebesar 0,60 persen, namun dibawah Nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,66 persen.
"Komuditas yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah beras, daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam ras, daging sapi, tongkol pindang, rempela hati ayam, cumi-cumi, wortel dan kentang,"kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, Jumat (01/07).
Ia menuturkan, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi.
Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,50 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,58 persen, kelompok sandang sebesar 1,17 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar0,10 persen.
"Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transpor, konunikasi dan jasa keuangan sebesar,0,06 persen,"terangnya.
Ia juga mengungkapkan, untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2016) Sumenep sebesar 0,93 persen, Jawa Timur sebesar 1,08 persen dan Nasional sebesar 1,06 persen.
"Sedangkan tingkat inflasi tahun ketahun (Juni 2016 terhadap Juni 2015) Sumenep sebesar 3,19 persen, Jawa Timur sebesar 2,93 persen dan Nasional sebesar 3,45 persen,"ungkapnya. ( Nita, Esha )