Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-05-2015
  • 525 Kali

Inflasi Sumenep Bulan April Sebesar 0,05 Persen

News Room, Selasa ( 05/05 ) Pada bulan April 2015, Sumenep mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Laju inflasi itu lebih rendah dibanding Jawa Timur sebesar 0,39 persen dan Nasional juga mengalami inflasi 0,36 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, menjelaskan, dari 7 kelompok pengeluaran, 6 kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,27 persen, kelompok sandang 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,14 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,14 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,31 persen.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan 1,23 persen,” kata Suparno, Selasa (05/05).

Menurut Suparno, komuditas yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah bensin, tongkol pindang, tongkol segar, bawang putih, udang basah, cakalan/sisik, cabai merah, tomat sayur, gula pasir dan upah pembantu rumah tangga.

“Sedangkan komuditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah beras, daging sapi, pepaya, melon, sawi hijau, kentang, ketimun, bayam, daging ayam ras dan rempela hati ayam,” terangnya.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April 2015) Sumenep mengalami deflasi sebesar 0,44 persen, Jawa Timur terjadi inflasi sebesar 0,37 persen dan Nasional deflasi sebesar 0,08 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2015 terhadap April 2014) Sumenep sebesar 6,46 persen, Jawa Timur 6,48 persen dan Nasional 6,79 persen,” ungkapnya. ( Nita, Fer )