News Room, Senin ( 09/06 ) Laju Inflasi tahunan Kabupaten Sumenep pada bulan Mei 2008 berhasil menduduki kursi pertama, yakni sebesar 10,76 persen, dibandingkan Jawa Timur sebesar 10,17 persen dan Nasional 10,38 persen. Sedangkan, untuk perhitungan bulan Mei, angka inflasi Sumenep mencapai 1,19 persen. Kasie Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Kadarisman menerangkan, naiknya angka inflasi Sumenep di dorong oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terjadi akhir Mei kemarin. “Jika dilihat menurut kelompok jenis barang dan jasa, maka dari 7 kelompok, 4 kelompok mengalami inflasi,†terangnya. Kadarisman menambahkan, 4 kelompok itu, yakni kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,23 persen, kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok 0,13 persen, kelompok perumahan 0,85 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,68 persen. “Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan (deflasi) sebesar -0,69 persen,†paparnya. Kadarisman menjelaskan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, sehingga menyebabkan inflasi, yaitu bensin (premium), daging ayam ras, minyak tanah, ikan layang, ongkos becak, bawang merah, cabe merah, minyak goreng, pindang asin, serta beberapa jenis barang dan jasa lainnya. “Untuk inflasi Sumenep pada bulan Mei 2008 ini mencapai 1,19 persen, kemudian Jawa Timur 1,19 persen dan nasional sebesar 1,41 persen,†ujarnya. ( Nita, Esha )