Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-02-2008
  • 449 Kali

Inflasi Januari 2008 Tembus 2,23 Prosen

News Room, Jum’at ( 08/02 ) Kurangnya suplai bahan makanan yang terjadi selama bulan Januari lalu, bukan hanya berpengaruh terhadap naiknya harga makanan, tapi juga memicu pencapaian inflasi. Inflasi Januari 2008 tembus 2,23 prosen, pencapaian inflasi tersebut ternyata lebih tinggi 0,47 prosen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2007 lalu. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Sutaryono, melalui Kasie Distribusi, Kadarisman menerangkan, jika dilihat secara peringkat, laju inflasi Kabupaten Sumenep berhasil menduduki peringkat pertama, karena inflasi Kabupaten Sumenep lebih tinggi dari capaian Jawa Timur, yakni 1,59 prosen dan capaian Nasional 1,77 prosen. Tingginya inflasi Kabupaten Sumenep itu lebih didorong oleh naiknya bahan makanan, seperti halnya tahu mentah, beras, tempe, minyak goreng, susu bubuk dan daging ayam kampung. Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga selama Januari kemarin, dari tujuh kelompok pengeluaran, semuanya mengalami inflasi (kenaikan harga), terutama kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks tertinggi sebesar 4,20 prosen, kemudian kelompok sandang 2,34 prosen, kelompok perumahan 2,00 prosen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok sebesar 0,64 prosen, kelompok kesehatan 0,35 prosen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,14 prosen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,73 prosen. Kadarisman menjelaskan, dari 148 komoditi barang dan jasa yang mengalami perubahan harga, yakni 129 komoditi mengalami kenaikan harga dan 19 komoditi lainnya mengalami penurunan harga. Sedangkan pencapaian angka inflasi selama tahun 2007, Kabupaten Sumenep mengalami inflasi sebesar 6,89 prosen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur sebesar 6,48 prosen dan Nasional 6,59 prosen. ( Nita, Esha )