Media Center, Sabtu ( 06/10 ) Pendidikan bagi perempuan sangat penting, guna meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kompetensi diri agar tidak menjadi korban ketidakadilan gender serta bisa mewarnai perubahan di masyarakat.
“Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kabupaten Sumenep masih rendah yakni 57,65 persen, yakni melihat beberapa komponen antara lain, keterlibatan perempuan di parlemen 6,0 persen, perempuan sebagai tenaga manajer, profesional, administrasi, teknisi sebesar 41,85 persen dan sumbangan perempuan dalam pendapatan kerja hanya 36,37 persen.” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat menghadiri Gebyar dan Sarasehan Program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) tahun 2018, di Gedung KORPRI Sabtu (06/10).
Selain itu menurut suami Nurfitriana ini, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Sumenep juga rendah yakni 78,70 persen, jauh di bawah IPG Jawa Timur sebesar 91,07 persen. IPG itu meliputi komponen rata-rata lama sekolah, angka harapan sekolah dan pengeluaran perkapita.
“Dari data-data tersebut ditarik benang merah bahwa terjadi ketimpangan besar antara kaum laki-laki dan perempuan. Salah satu penyebab ketimpangan itu adalah faktor pendidikan, sehingga perlu perbaikan sektor pendidikannya.” imbuhnya.
Bupati mengungkapkan, apabila tidak dilakukan perbaikan dampaknya terhadap kaum perempuan di Sumenep yang mengakibatkan subordinasi (penomorduaan), marginalisasi (peminggiran ekonomi), beban kerja berlebih, cap-cap negatif terhadap perempuan (stereotip), dan kekerasan domestik maupun publik.
Diharapkan Kabupaten Sumenep yang ditunjuk sebagai salah satu daerah penyelenggara Program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI bisa memberikan nilai positif bagi peningkatan pemberdayaan kaum perempuan.
“Saya harapkan melalui dua kegiatan yakni Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKHP) di Desa Marengan Laok dan Desa Braji serta desa vokasi yang dipusatkan di Desa Batuan agar menjaga keberlanjutan program itu.” tandasnya.
Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si bersama Bunda Paud Sumenep, Nurfitriana meninjau stand Pameran Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di areal Gedung KORPRI Sumenep.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Achmad Sadik menambahkan, GP3M merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik utama dalam keluarga yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup.
“Manfaatnya diharapkan memberikan bekal pengetahuan keterampilan kepada perempuan dari berbagai aspek, sehingga didukung program kecakapan hidup perempuan.“ pungkasnya. ( Yasik, Fer )