News Room, Rabu ( 14/08 ) Mutiah (33) warga Dusun Maor, Desa Jabaan, Kecamatan Dasuk, Sumenep, tewas menenggak racun serangga, pada Rabu (14/08) pagi. Tidak ada yang menyangka aksi nekat ibu satu anak ini yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun tikus di kamarnya, karena kehidupan keluarganya selalu terlihat harmonis bersama Musahna (40) suaminya. Berdasarkan informasi dilapangan, korban nekat menengak racun serangga, di duga karena menyesal tidak mau mengikuti ajakan suaminya bersilaturrahim ke rumah kerabatnya, karena sebelumnya korban sempat diajak bersilaturrahim ke rumah kerabatnya yang tinggal di kota. “Mungkin korban merasa berdosa atau menyesal karena telah menolak ajakan suaminya untuk bersilaturrahim, ya mungkin itu motifnya, karena tidak ada tanda-tanda adanya motif lain,”terang Sipul (30) tetangga korban. Sebelum suaminya berangkat bersilaturrahim, korban masih terlihat berpamitan dan mengingatkan suaminya agar berhati-hati di perjalanan, namun selang satu jam kemudian, ibu korban berteriak minta tolong dan mengatakan jika putrinya pingsan di kamarnya. Melihat kejadian tersebut, para tetangga memanggil mobil untuk membawa korban ke Puskesmas, karena kondisi korban sudah parah dan peralatan tidak memadai, akhirnya korban di minta rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Namun dalam perjalanan, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kepala Desa Jabaan, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Horri, belum berani memberikan penjelasan terkait motif yang menyebabkan korban nekat bunuh diri, karena dalam kesehariannya antara korban dengan anggota keluarganya terlihat biasa-biasa saja atau harmonis. “Tidak ada yang tahu kenekatan korban meminum racun serangga hingga tewas. Setiap harinya saya melihat korban rukun bersama keluarganya,”katanya. Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Yang pasti, korban murni bunuh diri, karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan ditubuhnya. ”Kami sudah menerjunkan anggota untuk melakukan lidik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), tapi yang jelas korban memang murni bunuh diri. Terkait apa motifnya, masih belum diketahui karena keluarga korban belum bisa dimintai keterangan sebab dalam kondisi shock dan berduka,”ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko. ( Nita, Esha )