Sumenep-Infokom News Room : Peringatan Hari Ulang Tahun Pertahanan Sipil/Linmas ke 43 dan Hari Kartini bukanlah semata-mata merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahun, akan tetapi memiliki makna strategis untuk dijadikan tolak ukur dalam mengadakan evaluasi dan introspeksi terhadap keberhasilan yang telah dicapai selama ini, serta melihat apa yang telah dan sedang ataupun yang akan kita kerjakan bagi peningkatan kinerja didalam mengemban tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Penegasan tersebut dikemukakan Bupati Sumenep dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Drs. H. Abdul Muiz, MM, saat Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Pertahanan Sipil/Perlindungan Masyarakat dan Peringatan Hari Kartini, Kamis (28/04) kemarin di Halaman Kantor Bupati Sumenep. Dikatakan, tugas Pertahanan Sipil dimasa mendatang menjadi semakin berat, karena disamping harus mampu mengemban fungsi Linmas, Pertahanan Sipil harus mampu pula membantu terciptanya kemitraan dan ketertiban disetiap lingkungan, termasuk tugas membantu pengamanan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada bulan Juni mendatang. Untuk itu kepada seluruh jajaran Pertahanan Sipil dimanapun berada, perlu terus menerus meningkatkan kualitas diri, agar mampu bertindak bersama masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan, ketentraman dan suasana yang kondusif ditengah masyarakat. Menyinggung tentang Peringatan Hari Kartini yang merupakan hari besar Nasional bagi Bangsa Indonesia, Wakil Bupati Sumenep juga menegaskan, bahwa nama RA. Kartini tentu tidak asing dipendengaran maupun dibenak kita, karena beliau memang seorang puteri bangsa dan seorang Pahlawan Nasional yang lahir 126 tahun yang lalu. Dengan gagasan sikap pendirian dan wawasan cita-citanya yang luhur untuk mengangkat derajat dan martabat kaum wanita dijamannya, RA. Kartini tidak pernah mundur dan menyerah pada keadaan dan lingkungan yang mengungkungnya. Untuk itu diharapkan, dengan peringatan Hari Kartini kali ini, kaum wanita khususnya di Sumenep men-suri tauladani dan menjadikan landasan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik, terutama guna mendorong kemajuan masyarakat serta menjadikan potensi wanita agar benar-benar menjadi kekuatan nyata pembangunan nasional, sehingga dimasa mendatang kita benar-benar menjadi keseluruhan masyarakat yang siap menyongsongnya. Upacara bendera ini selain diikuti anggota Korpri, Linmas dan Organisasi Kewanitaan, seperti PKK, Dharma Wanita dan Persit Kartika Candra Kirana, Bhayangkari, juga diikuti unsur TNI Polri serta CPNSD. Bertindak sebagai Komandan upacara Suwadi dari unsur Limas. ( Im, Esha )