Media Center, Minggu ( 11/02 ) Hujan yang mengguyur Kabupaten Sumenep pada Jum’at (09/02) selama 2 jam dengan curah hujan berdasarkan data Bagian Energi dan Sumber Daya Alam mencapai 53 milimeter, menyebabkan beberapa titik di wilayah Kota Sumenep terjadi banjir (genangan).
“Hujan sangat deras tidak seperti hujan di hari-hari sebelumnya, sehingga menyebabkan drainase tidak mampu menampung arus air dan meluap ke sejumlah ruas jalan, yang mengakibatkan terjadi genangan air atau banjir kecil beberapa tempat di Kota Sumenep” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si melalui rilis, Minggu (11/02).
Bambang Irianto menyatakan, hujan deras saat itu juga menyebabkan kali Marengan tidak mampu menampung aliran derasnya air sebagai pembuangan menuju laut, apalagi di waktu bersamaan kondisi air laut sedang pasang, sehingga arus air di kali Marengan terhambat menuju laut ke Kecamaatan Kalianget.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, banjir kecil atau genangan itu setelah hujan reda selama 45 menit lamanya di sejumlah titik genangan mulai surut.
“Yang jelas kejadian genangan air itu juga akibat berkurangnya serapan air, karena faktor halaman rumah penduduk di perkotaan dilakukan pengerasan plat dan paving, termasuk kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Padahal pemerintah daerah melalui instansinya telah melakukan pembersihan drainase setiap hari dengan petugas pematusannya.” tegasnya.
Bambang Iriyanto menambahkan, sebagai antisipasi banjir (genangan air) jangka panjang tahun 2018 ini, telah memprogramkan proyek drainase dengan nilai Rp. 7 miliar sebagai langkah penanggulangan banjir di Kota.
“Program itu sebagai jawaban semua drainase di Kota yg semula bertumpu di kali Marengan untuk wilayah utara dan barat rencananya dialihkan alirannya menuju kali Patrian, dengan tujuan mengurangi arus pembuangan air yang terpusat di kali Marengan paling tidak 30 persen, sehingga mengurangi dan mencegah terjadinya genangan air di wilayah perkotaan Sumenep.” pungkas Bambang Irianto. ( Yasik, Fer )