News Room, Jumat ( 14/06 ) Hujan deras berturut-turut yang mengguyur Sumenep dalam sepekan terakhir ini, membawa bencana alam dan merenggut jiwa. Sedikitnya, 11 rumah di lima kecamatan roboh. Dari kejadian itu, seorang janda bernama Halimah (56), warga Dusun Laok Lorong, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, ditemukan tewas tertimbun reruntuhan rumahnya yang roboh, pada Jumat (14/06) pagi. Saat kejadian, korban yang sehari-hari tinggal sendirian dirumahnya sedang berada didalam kamar. Sedangkan, anak dan cucunya tinggal dirumah sebelah korban. Cucu korban, Junaedi mengaku tidak mengetahui jika neneknya tertimbun reruntuhan rumah. “Peristiwa itu sangat cepat ketika hujan lebat. Kami sempat mendengar suara gemuruh cukup keras, dan lari keluar rumah. Tiba-tiba kami terkejut melihat rumah nenek sudah rata dengan tanah,”kata Junaedi, Jumat (14/06). Setelah melihat rumah nenek roboh, lanjut Juanedi, dirinya bersama istri dan ibunya (anak korban), Samawiyah, langsung lari dan mencari korban. “Upaya pencarian korban berhasil. Korban ditemukan tidak bernyawa tertimbun reruntuhan rumah. Waktu itu yang kelihatan hanya kakinya. Badan dan kepalanya gak kelihatan, tertutup reruntuhan kayu dan batu. Nenek saya waktu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal,”tandasnya. Junaedi mengaku tidak tahu persis, mengapa rumah neneknya tiba-tiba bisa roboh. Padahal sebelumnya, rumah tersebut kelihatan masih kokoh. “Mungkin kena hujan terus menerus seminggu ini, atapnya ambrol, disusul tembok rumahnya,” ungkapnya. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim langsung turun ke lokasi, menyampaikan rasa bela sungkawa dan memberikan bantuan terhadap ahli waris korban. “Ya saya datang kesini tentu saja untuk menyapa dan menyampaikan bela sungkawa terhadap musibah tersebut. Ini tidak akan berhenti sampai disini. Akan ada program-program bantuan lainnya, termasuk perbaikan rumah,”terangnya. Sementara, 10 rumah lainnya yang roboh akibat hujan deras terjadi di Kecamatan Pragaan sebanyak 3 rumah, Kecamatan Manding 4 rumah, Kecamatan Guluk-guluk 2 rumah, dan Kecamatan Lenteng 1 rumah. “Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kami akan berupaya memberikan bantuan kepada masing-masing pemilik rumah yang roboh akibat hujan deras. Sebab, itu merupakan bencana alam,”ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Moh. Fadillah. ( Nita, Esha )